Senin, 14/09/2026

Pesona Kakao Berau di Momentum Hari Jadi Berau ke-73

Senin, 14/09/2026

Aktivitas pengembangan dan produksi biji kakao di Kabupaten Berau yang terus diarahkan untuk memenuhi pasar premium hingga mancanegara.  (Indri/Korankaltim)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Pesona Kakao Berau di Momentum Hari Jadi Berau ke-73

Senin, 14/09/2026

logo

Aktivitas pengembangan dan produksi biji kakao di Kabupaten Berau yang terus diarahkan untuk memenuhi pasar premium hingga mancanegara.  (Indri/Korankaltim)

TANJUNG REDEB – Peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb menjadi momentum untuk melihat potensi baru ekonomi daerah. Di tengah dominasi komoditas perkebunan lainnya, kakao Berau mulai menunjukkan daya saing dengan menembus pasar premium Eropa.

Sepanjang 2023 hingga 2025, sebanyak 23 ton biji kakao Berau telah diekspor ke Virginia, California, Belanda, dan Prancis. Sementara pada 2026, ekspor kembali dilakukan dengan volume 11,5 ton menuju Prancis dan Swiss.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa kakao Berau memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan sebagai komoditas bernilai tambah. Keunggulannya terletak pada karakter cita rasa yang khas, yakni perpaduan rasa pahit dengan asam segar.

Kualitas tersebut sebelumnya juga mendapat pengakuan di tingkat nasional melalui ajang SIAL Interfood. Di pasar internasional, biji kakao Berau bahkan diminati Valrhona, produsen cokelat premium asal Prancis.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Berau, Hendratno mengatakan pengembangan kakao tidak hanya diarahkan untuk memperluas perkebunan, tetapi juga memastikan petani mampu menghasilkan biji berkualitas sesuai kebutuhan pasar.

“Penambahan lahan ini kami arahkan untuk petani yang serius dan lahannya bebas banjir,” ujarnya.
Dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian turut memperbesar peluang pengembangan kakao. Berau memperoleh alokasi perluasan lahan 400 hektare, terdiri atas 200 hektare untuk kakao dan 200 hektare untuk kelapa.

Tambahan tersebut membuat total luas kebun kakao Berau mencapai sekitar 1.050 hektare, meningkat dari sekitar 1.037 hektare pada tahun sebelumnya. Produksi rata-rata tercatat sekitar 800 ton per tahun.

Sambaliung menjadi sentra utama dengan luas perkebunan sekitar 479 hektare. Kakao juga dikembangkan di Kelay, Segah, Long Lanuk, Kampung Merasa, dan Kampung Birang.

Hendratno menyebut kualitas biji kakao fermentasi menjadi fokus utama pemerintah daerah. Pendampingan dilakukan dari hulu hingga hilir melalui bantuan alat fermentasi, pupuk, serta pelatihan sumber daya manusia.

Kerja sama dengan pasar premium seperti Valrhona dinilai membuka peluang bagi petani untuk memperoleh nilai ekonomi lebih besar. Produksi pun tidak lagi semata mengejar kuantitas, melainkan kualitas dan kepastian pasar.
“Target kami bukan hanya menambah luas kebun, tetapi meningkatkan kualitas dan nilai tambah bagi petani," tandasnya. (ri/sd)

Pesona Kakao Berau di Momentum Hari Jadi Berau ke-73

Senin, 14/09/2026

Aktivitas pengembangan dan produksi biji kakao di Kabupaten Berau yang terus diarahkan untuk memenuhi pasar premium hingga mancanegara.  (Indri/Korankaltim)

Share

Berita Terkait