Rabu, 09/09/2026

Karhutla Ganggu Mata Pencaharian, Sespim Polri dan Raffi Ahmad Bantu Warga Berau

Rabu, 09/09/2026

Penyerahan bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Berau, hasil kolaborasi Sespim Polri dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, Rabu (9/9/2026). (Foto: Istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Karhutla Ganggu Mata Pencaharian, Sespim Polri dan Raffi Ahmad Bantu Warga Berau

Rabu, 09/09/2026

logo

Penyerahan bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Berau, hasil kolaborasi Sespim Polri dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, Rabu (9/9/2026). (Foto: Istimewa)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga mulai menekan aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian. Kondisi tersebut mendorong kolaborasi lintas lembaga untuk membantu warga terdampak di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau.

Bantuan disalurkan melalui kolaborasi Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri bersama unsur Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Bantuan sebesar Rp500 juta disalurkan langsung kepada petani coklat terdampak kebakaran lahan yang berasal dari para host HUT SCTV dan diinisiasi oleh Raffi Ahmad serta ada sebanyak 50 paket bantuan, termasuk sejumlah peralatan pertanian, diberikan kepada masyarakat terdampak karhutla dari serdik Sespimmen angkatan 67.

Kompol Fiky Pandu Widhapermana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Sespim Polri Angkatan ke-67 sekaligus tindak lanjut arahan pemerintah untuk membantu daerah yang terdampak karhutla.

“Kami memberikan bantuan 50 paket, termasuk alat-alat pertanian untuk masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui pemadaman. Pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak juga menjadi bagian penting agar aktivitas warga dapat kembali berjalan.

Ia berharap bencana karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

“Semoga musibah karhutla ini segera berlalu dan masyarakat dapat beraktivitas normal seperti biasa,” katanya.

Sementara itu, Kompol Erwin Satrio Wilogo menjelaskan, keterlibatan Sespim Polri merupakan bagian dari gerakan bersama yang melibatkan sejumlah lembaga pendidikan Polri. Personel disebar ke enam provinsi yang terdampak karhutla, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Riau.

Dari masing-masing provinsi, wilayah kemudian dipetakan berdasarkan tingkat dampak karhutla. Personel dibagi dalam kelompok yang terdiri atas sekitar 10 hingga 15 orang untuk membantu penanganan di kabupaten yang terdampak cukup serius.

“Kami dibagi ke enam provinsi dan masing-masing kelompok ditugaskan ke kabupaten yang terdampak cukup serius,” jelas Erwin.

Kabupaten Berau menjadi salah satu wilayah penugasan. Dalam pelaksanaannya, Sespim Polri kemudian berkolaborasi dengan unsur pemerintah serta perwakilan Utusan Khusus Presiden untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat Kampung Merasa.

Erwin menilai kondisi di lapangan membutuhkan penanganan serius, terutama karena karhutla mulai berimbas terhadap lahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Ia menyebut terdapat keluhan warga terkait dampak karhutla, termasuk lahan yang terdampak sehingga berpotensi mengganggu mata pencaharian utama masyarakat.

“Beberapa lahan menjadi mata pencaharian pokok masyarakat, sehingga memang perlu penanganan bersama,” ungkapnya.

Kolaborasi tersebut menunjukkan penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi. Pemerintah daerah, Polri, TNI, hingga unsur swasta didorong mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, mulai dari penanganan kebakaran hingga membantu pemulihan masyarakat terdampak.

Erwin menegaskan, sinergi seluruh pihak diperlukan agar dampak karhutla tidak semakin meluas dan masyarakat dapat kembali produktif.

“Kita bersama-sama, baik pemerintah maupun swasta, bahu-membahu menangani karhutla dengan baik,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Karhutla Ganggu Mata Pencaharian, Sespim Polri dan Raffi Ahmad Bantu Warga Berau

Rabu, 09/09/2026

Penyerahan bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Berau, hasil kolaborasi Sespim Polri dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, Rabu (9/9/2026). (Foto: Istimewa)

Share

Berita Terkait