Selasa, 08/09/2026
Selasa, 08/09/2026
Jajaran pengurus KONI Kaltim beserta perwakilan dari lima cabor yang bakal mengikuti Porprov ke-VIII secara mandiri. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Selasa, 08/09/2026

Jajaran pengurus KONI Kaltim beserta perwakilan dari lima cabor yang bakal mengikuti Porprov ke-VIII secara mandiri. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur memastikan sebanyak 64 cabang olahraga (cabor) tetap akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
Keputusan tersebut diambil meski pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi itu masih menghadapi keterbatasan anggaran.
Dari 64 cabor yang disiapkan, sebanyak 59 cabor berada dalam skema pembiayaan utama. Sementara lima cabor lainnya menyatakan kesediaannya untuk mengikuti pertandingan dengan pembiayaan secara mandiri. Lima cabor tersebut yakni barongsai, ski air, petanque, flag football, dan kabaddi.
Ketua Umum KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, mengatakan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), untuk memastikan berbagai kebutuhan penyelenggaraan dapat terpenuhi.
Pembahasan tersebut mencakup venue pertandingan, akomodasi atau penginapan, hingga honorarium bagi perangkat pertandingan.
“Venue dan penginapan masih terus kita matangkan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kadispora Kaltim, Pak Rasman. Sejak awal dalam skema 64 cabor, honor perlengkapan dan perangkat pertandingan sudah masuk. Kita ingin honor perangkat pertandingan untuk 59 cabor plus lima cabor mandiri ini bisa ditanggung semuanya. Ini yang masih terus kita upayakan dan komunikasikan,” ujar Anderiy, Selasa (8/9/2026).
Untuk lokasi pertandingan, KONI Kaltim akan menyesuaikannya dengan kesiapan fasilitas yang tersedia di Kabupaten Paser sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Porprov. Setiap cabor akan ditempatkan pada venue yang dinilai memenuhi kebutuhan pertandingan.
Sementara untuk cabor yang membutuhkan fasilitas khusus, seperti ski air, penentuan lokasi masih disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas perairan yang representatif.
Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listyono, memberikan apresiasi kepada lima cabor yang bersedia mengambil skema pembiayaan mandiri. Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama agar seluruh cabor tetap memiliki kesempatan bertanding dan pembinaan atlet tidak terhenti akibat persoalan anggaran.
Nidya juga mengapresiasi komitmen Ketua Umum KONI Kaltim yang sejak awal mendorong agar seluruh 64 cabor tetap dipertandingkan.
“Saya mengapresiasi teman-teman dari lima cabor yang mau mandiri, serta komitmen Pak Ketum sejak awal untuk memastikan 64 cabor ini tetap berjalan. Mau hujan, mau badai, tetap kita upayakan berjalan. Ini menjadi role model dan contoh bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat pembinaan atlet,” kata Nidya.
Di tengah masa transisi kepengurusan, lanjut Nidya, KONI Kaltim juga terus melakukan komunikasi dengan berbagai pemangku kebijakan untuk mendapatkan dukungan terhadap pembiayaan olahraga.
Audiensi telah dilakukan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim, DPRD Kaltim, hingga Gubernur Kaltim. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan anggaran olahraga, termasuk pelaksanaan Porprov, dapat memperoleh dukungan yang lebih optimal.
“Kami dari pengurus KONI Kaltim sudah melakukan audiensi ke Pemerintah Provinsi, DPRD Kaltim, sampai menghadap langsung Bapak Gubernur. Kami berharap melalui Anggaran Perubahan maupun APBD mendatang, alokasi anggaran untuk olahraga bisa dimaksimalkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Selasa, 08/09/2026
Jajaran pengurus KONI Kaltim beserta perwakilan dari lima cabor yang bakal mengikuti Porprov ke-VIII secara mandiri. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER