Kamis, 03/09/2026

Porprov Kaltim VIII di Paser Hanya Pertandingkan 59 Cabor, Anggaran Jadi Kendala

Kamis, 03/09/2026

Ketua Umum KONI Kaltim, H Anderiy Syachrum. (Foto: Istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Porprov Kaltim VIII di Paser Hanya Pertandingkan 59 Cabor, Anggaran Jadi Kendala

Kamis, 03/09/2026

logo

Ketua Umum KONI Kaltim, H Anderiy Syachrum. (Foto: Istimewa)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Keterbatasan anggaran membuat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII 2026 di Kabupaten Paser tidak dapat mempertandingkan seluruh cabang olahraga yang sebelumnya diusulkan. PB Porprov Kaltim akhirnya mengusulkan 59 cabang olahraga (cabor) dengan 1.014 nomor pertandingan.

Porprov Kaltim VIII dijadwalkan berlangsung pada 14-27 November 2026 di Kabupaten Paser. Kepastian jumlah cabor tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Kaltim, H Anderiy ST, melalui siaran pers kepada media, Kamis (3/9/2026).

Anderiy mengatakan, KONI Kaltim telah menerima surat resmi dari PB Porprov terkait jumlah cabor dan nomor pertandingan yang akan digelar. Surat tersebut bernomor 09/PB.Porprov/XI/2026.

“Kemarin sore kita sudah menerima surat dari PB Porprov terkait jumlah cabor dan nomor tanding yang akan dipertandingkan,” ujar Anderiy.

Dengan adanya kepastian tersebut, KONI Kaltim selanjutnya akan meneruskan informasi kepada seluruh KONI kabupaten/kota se-Kaltim. Langkah ini dilakukan agar masing-masing daerah dapat segera menyesuaikan persiapan kontingen.

Anderiy menegaskan, penetapan 59 cabor bukan keputusan sepihak. Jumlah tersebut merupakan hasil pembahasan panjang antara pihak-pihak terkait, termasuk melalui pertemuan langsung, rapat daring hingga audiensi dengan Gubernur Kaltim.

“Saya pastikan tidak ada intervensi. Keputusan usulan ini berdasarkan keterbatasan anggaran dan pertimbangan efisiensi, supaya pelaksanaan Porprov tetap terlaksana. Kita dari KONI Kaltim harus bijak menerima usulan ini,” tegasnya.

Sebelumnya, KONI Kaltim berharap 64 cabor tetap dapat dipertandingkan. Namun, kondisi fiskal daerah dan kemampuan APBD provinsi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jumlah cabor yang akhirnya masuk dalam usulan.

“Kami dari KONI Kaltim sebenarnya juga sudah memberikan masukan ke PB Porprov, harapannya bisa mempertimbangkan untuk mempertandingkan 64 cabor. Tapi karena kondisi fiskal, kemampuan APBD provinsi, kami juga tidak bisa berharap banyak,” katanya.

Menurut Anderiy, persoalan anggaran tidak hanya menjadi tantangan di Kaltim. Sejumlah provinsi lain juga menghadapi tekanan fiskal hingga harus menunda pelaksanaan Porprov ke 2027 dan melakukan pengurangan jumlah cabor.

Karena itu, dia menilai Kaltim masih patut bersyukur lantaran Porprov tetap dapat dilaksanakan sesuai jadwal pada November mendatang. Pelaksanaan tepat waktu dinilai penting bagi kesinambungan pembinaan atlet daerah.

“Setidaknya kita di Kaltim bersyukur pelaksanaannya masih bisa berlangsung akhir tahun nanti. Semoga bisa berjalan lancar dan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Anderiy menilai penundaan Porprov ke 2027 berpotensi menimbulkan persoalan lain, terutama karena jadwal Pra-PON yang relatif berdekatan. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu fokus atlet, meningkatkan risiko cedera dan membuat persiapan menuju ajang nasional menjadi kurang optimal.

“Ini yang harus kita hindari. Untuk itu, sekali lagi mari kita doakan semoga pelaksanaan Porprov bisa berlangsung sukses di Paser nanti, sehingga pembinaan atlet di masing-masing kabupaten kota bisa berjalan,” katanya.

Dari total 59 cabor yang diusulkan, terdapat lima cabor yang tidak masuk dalam daftar pertandingan Porprov Kaltim VIII. Kelima cabor tersebut yakni korfball indoor, ski air, barongsai, petanque dan woodball.

Meski demikian, KONI Kaltim masih membuka kemungkinan bagi kelima cabor tersebut untuk tetap berkompetisi melalui skema pembiayaan mandiri.

“Kita akan menawarkan opsi, jika mereka tetap ingin dipertandingkan, silakan dengan biaya mandiri, dan boleh dilaksanakan di Balikpapan atau Samarinda, tidak harus di Kabupaten Paser,” ujar Anderiy.

KONI Kaltim dalam waktu dekat akan memanggil pengurus masing-masing cabor untuk membahas opsi tersebut. Langkah ini diharapkan menjadi jalan tengah agar keterbatasan anggaran tidak sepenuhnya menutup kesempatan atlet dari lima cabor tersebut untuk tetap bertanding.

Anderiy menambahkan, pelaksanaan Porprov tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga bagian dari proses seleksi dan penjaringan atlet potensial Kaltim. Atlet yang tampil dan menunjukkan performa terbaik nantinya diharapkan dapat dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk PON.

Editor: Erwin

Porprov Kaltim VIII di Paser Hanya Pertandingkan 59 Cabor, Anggaran Jadi Kendala

Kamis, 03/09/2026

Ketua Umum KONI Kaltim, H Anderiy Syachrum. (Foto: Istimewa)

Share

Berita Terkait