Selasa, 25/08/2026
Selasa, 25/08/2026
Pangdam tinjau Jembatan Garuda Merah Putih di Sebakung Jaya pada Selasa (25/8/2026). (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Selasa, 25/08/2026

Pangdam tinjau Jembatan Garuda Merah Putih di Sebakung Jaya pada Selasa (25/8/2026). (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Sekitar 901 jiwa dari 302 kepala keluarga (KK) di Dusun III, Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kini memiliki akses penyeberangan yang lebih aman setelah Jembatan Garuda Merah Putih dibangun menggantikan jembatan kayu yang sebelumnya digunakan warga.
Jembatan tersebut menjadi salah satu titik peninjauan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono saat melakukan kunjungan kerja ke PPU Selasa (25/8/2026) hari ini.
Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan bagian dari program TNI Angkatan Darat dan Kodam VI/Mulawarman dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).
“Diketahui program Presiden, Bapak Prabowo Subianto, kemudian diteruskan oleh program Angkatan Darat dan Kodam. Kodam VI/Mulawarman telah dan sedang membangun 95 titik Jembatan Garuda Merah Putih,” kata Krido kepada Korankaltim.com disela kunjungan.
Dari 95 jembatan tersebut, sebanyak 68 titik telah rampung 100 persen, sedangkan 27 lainnya masih dalam proses pembangunan. Krido berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir Agustus 2026. Pembangunan tersebut terdiri atas 15 jembatan Aramco, 74 jembatan beton, dan enam jembatan perintis yang tersebar di Kaltim dan Kaltara.
Khusus di PPU, pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih dilakukan di empat titik. Selain Sebakung Jaya, pembangunan juga berada di Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, serta Wonosari dan Binuang di Kecamatan Sepaku.
Bagi warga Sebakung Jaya, keberadaan jembatan baru tersebut memberikan perubahan langsung terhadap aktivitas sehari-hari. Sebelumnya, warga harus melewati jembatan kayu yang kondisinya dinilai tidak aman dan menyulitkan saat digunakan untuk menyeberang.
“Yang tadinya ini jembatan berupa kayu, kemudian tidak aman, sulit diseberangi. Sekarang alhamdulillah bisa menghubungkan kurang lebih 302 kepala keluarga atau 901 jiwa,” sebut Krido lagi.
Jembatan tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan, sekaligus menjadi akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan.
Pembangunan infrastruktur seperti jembatan dan sumur bor memiliki arti penting ketika mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
“Memang mungkin kalau dilihat, membangun jembatan dengan membangun sumur bor itu terlihat sederhana. Tapi ketika ternyata kita menjawab kesulitan masyarakat, di situlah nilai pentingnya pembangunan yang kita lakukan,” ucap Krido.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 25/08/2026
Pangdam tinjau Jembatan Garuda Merah Putih di Sebakung Jaya pada Selasa (25/8/2026). (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
TERPOPULER