Inisiatif tersebut memperlihatkan bahwa bahan baku UMKM tidak selalu harus berasal dari material baru. Limbah yang dikumpulkan secara konsisten dapat menjadi sumber bahan produksi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Lurah Karang Ambun, Muliana, mengatakan seluruh kerajinan yang dipamerkan memanfaatkan tutup botol bekas hasil pengumpulan melalui bank sampah. Namun, pengembangan produk masih membutuhkan dukungan peralatan agar kapasitas dan kualitas produksi dapat ditingkatkan.
“Bahan utamanya berasal dari tutup botol bekas hasil daur ulang,” ujarnya.
Ketua RT 8 Kelurahan Karang Ambun sekaligus pengelola Bank Sampah Mapan, Noviliana, mengatakan setiap produk juga dilengkapi barcode berisi informasi proses pembuatannya. Selain menjadi nilai tambah produk, langkah tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
“Semua produk berasal dari tutup botol yang dikumpulkan warga,” tuturnya
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai kreativitas warga Karang Ambun dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi kreatif yang berangkat dari persoalan lingkungan. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak semestinya berhenti pada kegiatan membuang dan mengangkut, tetapi dapat diarahkan menjadi kegiatan produktif.
“Sampah plastik bisa memiliki nilai guna dan nilai jual,” katanya
Ia berharap inovasi serupa berkembang di wilayah lain sehingga masyarakat tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menciptakan peluang pendapatan baru dari bahan yang sebelumnya tidak bernilai.
“Daur ulang bisa menjadi peluang ekonomi,” pungkasnya. (*)