Minggu, 09/08/2026

Tutup Botol Disulap Jadi Produk Bernilai, Sampah Dijadikan Bahan Baku UMKM

Minggu, 09/08/2026

Produk kerajinan berbahan limbah tutup botol plastik hasil kreativitas warga. (Foto: Indri/Korankaltimcom)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tutup Botol Disulap Jadi Produk Bernilai, Sampah Dijadikan Bahan Baku UMKM

Minggu, 09/08/2026

logo

Produk kerajinan berbahan limbah tutup botol plastik hasil kreativitas warga. (Foto: Indri/Korankaltimcom)

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Sampah plastik mulai menemukan wajah baru di tangan warga Kelurahan Karang Ambun. Tutup botol bekas yang selama ini identik dengan limbah justru dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kreatif yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis lingkungan.

Melalui Bank Sampah Mapan, tutup botol plastik dikumpulkan dari masyarakat sebelum dipilah dan diolah menjadi berbagai kerajinan. Bunga, jamur, bintang, penyu, hingga ornamen dekoratif menjadi sejumlah produk yang lahir dari kreativitas warga dengan dukungan peralatan sederhana.

Inisiatif tersebut memperlihatkan bahwa bahan baku UMKM tidak selalu harus berasal dari material baru. Limbah yang dikumpulkan secara konsisten dapat menjadi sumber bahan produksi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Lurah Karang Ambun, Muliana, mengatakan seluruh kerajinan yang dipamerkan memanfaatkan tutup botol bekas hasil pengumpulan melalui bank sampah. Namun, pengembangan produk masih membutuhkan dukungan peralatan agar kapasitas dan kualitas produksi dapat ditingkatkan.

“Bahan utamanya berasal dari tutup botol bekas hasil daur ulang,” ujarnya.

Ketua RT 8 Kelurahan Karang Ambun sekaligus pengelola Bank Sampah Mapan, Noviliana, mengatakan setiap produk juga dilengkapi barcode berisi informasi proses pembuatannya. Selain menjadi nilai tambah produk, langkah tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

“Semua produk berasal dari tutup botol yang dikumpulkan warga,” tuturnya

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai kreativitas warga Karang Ambun dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi kreatif yang berangkat dari persoalan lingkungan. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak semestinya berhenti pada kegiatan membuang dan mengangkut, tetapi dapat diarahkan menjadi kegiatan produktif.

“Sampah plastik bisa memiliki nilai guna dan nilai jual,” katanya

Ia berharap inovasi serupa berkembang di wilayah lain sehingga masyarakat tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menciptakan peluang pendapatan baru dari bahan yang sebelumnya tidak bernilai.

“Daur ulang bisa menjadi peluang ekonomi,” pungkasnya. (*)

Tutup Botol Disulap Jadi Produk Bernilai, Sampah Dijadikan Bahan Baku UMKM

Minggu, 09/08/2026

Produk kerajinan berbahan limbah tutup botol plastik hasil kreativitas warga. (Foto: Indri/Korankaltimcom)

Share

Berita Terkait