Minggu, 20/09/2026
Minggu, 20/09/2026
Penutupan PPU Fest ke-4 yang dilaksanakan di Kantor Bupati PPU pada Sabtu (19/9/2026) malam. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Minggu, 20/09/2026

Penutupan PPU Fest ke-4 yang dilaksanakan di Kantor Bupati PPU pada Sabtu (19/9/2026) malam. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, menutup PPU Fest ke-4 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati PPU, Sabtu (19/9/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Tohar meminta penyelenggaraan PPU Fest tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap budaya, kreativitas, UMKM, dan pergerakan ekonomi masyarakat, sesuai tema yang diusung, “Harmoni, Budaya dan Kreativitas”.
"Saya minta ke owner, dalam hal ini jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, yakinkan pasca-kegiatan ini ada evaluasi. Tujuan terstruktur dilaksanakannya Penajam Fest ini harus benar-benar diukur dari temanya," tegasnya.
Ia mengatakan terdapat tiga pilar yang dapat menjadi indikator keberhasilan PPU Fest, yakni potensi budaya, nilai harmoni, dan kreativitas. Ia menjelaskan potensi budaya dilihat dari seberapa besar potensi budaya lokal di sekitar masyarakat yang berhasil diungkap dan ditampilkan kepada publik melalui PPU Fest.
Sedangkan nilai harmoni diharapkan menjadi wadah pemersatu masyarakat dan anak bangsa di Kabupaten PPU. Sementara kreativitas menjadi pembuktian aktualisasi diri melalui perpaduan keterampilan, ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemanfaatan potensi sumber daya di sekitar masyarakat.
“Jika terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pergerakan ekonomi daerah, agenda serupa dapat dipertimbangkan untuk dilanjutkan pada PPU Fest ke-5,” ujarnya.
Diketahui, PPU Fest ke-4 sendiri diselenggarakan melalui kerja sama Disbudpar PPU dengan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten PPU. Kegiatan yang didanai melalui APBD PPU Tahun Anggaran 2026 menjadi ruang promosi, ekspresi, dan kolaborasi bagi pelaku seni, komunitas ekonomi kreatif, serta pelaku UMKM lokal.
Kepala Disbudpar PPU, Safwana, mengatakan festival tersebut juga menjadi sarana promosi dan pemasaran produk unggulan daerah, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga fesyen.
"Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang untuk merayakan budaya, kreativitas generasi muda, potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM lokal. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku perubahan,” tuturnya.
Safwana inginkan budaya PPU semakin dikenal, produk lokal semakin diminati, dan pariwisata memiliki identitas yang kuat.
Editor: Erwin
Minggu, 20/09/2026
Penutupan PPU Fest ke-4 yang dilaksanakan di Kantor Bupati PPU pada Sabtu (19/9/2026) malam. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
TERPOPULER