Selasa, 22/09/2026
Selasa, 22/09/2026
Kerajinan rotan hasil produksi masyarakat Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Berau, yang mulai menembus pasar internasional. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Selasa, 22/09/2026

Kerajinan rotan hasil produksi masyarakat Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Berau, yang mulai menembus pasar internasional. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Kerajinan rotan dari Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, mulai menunjukkan daya saing di pasar internasional. Sejumlah produk hasil olahan masyarakat setempat bahkan telah menembus pasar Belanda.
Namun, keberhasilan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan baru. Ketika permintaan meningkat, keberlanjutan bahan baku menjadi faktor penting yang harus dijaga agar produksi pengrajin tidak terhenti.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan capaian tersebut membuka peluang lebih luas bagi pengrajin untuk mengembangkan pasar. Menurutnya, ekspansi pasar harus dibarengi dengan penataan rantai pasok bahan baku.
“Yang perlu kita perkuat sekarang adalah kepastian bahan bakunya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Berau tidak akan mendorong seluruh kampung untuk menjalankan proses hilirisasi secara bersamaan. Sebaliknya, pembagian peran antarkampung dinilai lebih realistis untuk menjaga kesinambungan produksi.
Melalui DPMK, pemerintah daerah tengah menyusun pemetaan wilayah berdasarkan fungsi masing-masing. Sebagian kampung diarahkan menjadi sentra pengolahan produk, sedangkan kampung lainnya dapat berperan sebagai pemasok bahan baku rotan.
“Kampung Teluk Sumbang jadi salah satu wilayah yang menjalankan proses hilirisasi,” katanya.
Di Teluk Sumbang, masyarakat mengembangkan beragam produk berbahan rotan, mulai dari perabotan hingga produk dekorasi. Produk tersebut menjadi bagian dari potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan untuk memenuhi pasar yang lebih luas.
Sementara itu, sejumlah kampung di Kecamatan Kelay dan Segah diarahkan untuk mendukung kebutuhan bahan baku. Skema tersebut diharapkan mampu membentuk rantai pasok yang lebih terorganisasi sekaligus mengurangi risiko kekurangan material.
“Ada beberapa kampung yang memang hilirisasi, karena tidak bisa juga dipaksakan semua sampai ke hilirnya,” terangnya. (*)
Selasa, 22/09/2026
Kerajinan rotan hasil produksi masyarakat Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Berau, yang mulai menembus pasar internasional. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER