Minggu, 27/09/2026
Minggu, 27/09/2026
Rita Asmara Dewi saat reses di Kampung Ngenyan Asa.(Foto: Adi/Korankaltim.com)
Minggu, 27/09/2026

Rita Asmara Dewi saat reses di Kampung Ngenyan Asa.(Foto: Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rita Asmara Dewi, menghimpun beragam aspirasi masyarakat saat melaksanakan Reses III Masa Sidang III Tahun 2026 di tiga kampung, yakni Purworejo, Linggang Melapeh Baru, dan Ngenyan Asa.
Melalui reses yang berlangsung pada 24-26 September 2026 tersebut, Rita menyerap kebutuhan warga di daerah pemilihan (dapil) I. Berbagai usulan yang disampaikan mencakup kebutuhan infrastruktur dasar, fasilitas umum, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga dukungan terhadap kegiatan sosial dan budaya.
Rita mengatakan, reses menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat.
“Melalui reses ini kami bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami catat sebagai bahan untuk diperjuangkan melalui tugas dan fungsi kami di DPRD,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Minggu (27/9/2026).
Di Kampung Purworejo, masyarakat menyampaikan kebutuhan pembangunan jalan usaha tani dan perkebunan untuk memperlancar aktivitas ekonomi warga. Selain itu, penambahan jaringan listrik, pemasangan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS), serta bantuan ternak bagi kelompok masyarakat juga menjadi aspirasi.
Warga turut mengharapkan dukungan bagi kegiatan seni dan budaya melalui bantuan perlengkapan serta pakaian tradisional untuk sanggar seni. Penyelesaian pembangunan gedung PKK dan gedung olahraga, serta bantuan fasilitas rumah ibadah, juga menjadi perhatian masyarakat.
Sementara itu, di Kampung Linggang Melapeh Baru, warga menyoroti kebutuhan jaringan listrik dan ketersediaan air bersih. Mereka mengusulkan penambahan tiang listrik PLN dan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) ke arah timur Kampung Tutung, serta pemasangan sambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu.
Persoalan air bersih menjadi perhatian penting, terutama saat musim kemarau. Warga mengharapkan perbaikan bendungan yang rusak serta pembangunan tempat penampungan air dari sumber mata air agar distribusinya ke rumah penduduk lebih terjamin.
Selain itu, masyarakat mengusulkan peningkatan jalan usaha tani, penyelesaian pembangunan jalan kampung, serta pembenahan drainase untuk mengantisipasi genangan saat hujan. Usulan lainnya meliputi bantuan ternak, beasiswa pendidikan, penerangan jalan, dan pembangunan lapangan sepak bola.
Adapun di Kampung Ngenyan Asa, aspirasi masyarakat mencakup peningkatan akses jalan pertanian dan perkebunan, penambahan jaringan listrik, serta penyelesaian pembangunan Balai Pertemuan Umum (BPU).
Masyarakat juga mengharapkan dukungan bagi sanggar seni melalui bantuan peralatan kesenian tradisional dan pakaian adat. Selain itu, penyelesaian administrasi lahan hibah untuk tempat pemakaman umum (TPU) menjadi perhatian agar lahan tersebut dapat tercatat sebagai aset kampung atau daerah.
Rita berharap berbagai aspirasi yang dihimpun dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan daerah.
“Setiap kampung memiliki kebutuhan dan persoalan yang berbeda. Karena itu, kami berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan daerah,” tutupnya.
Editor: Erwin
Minggu, 27/09/2026
Rita Asmara Dewi saat reses di Kampung Ngenyan Asa.(Foto: Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER