Selasa, 25/08/2026
Selasa, 25/08/2026
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto dan Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau Patah Atabri mengecek kondisi pesawat Cessna C208 PK-SNP (Foto: Indri/Korankaltim)
Selasa, 25/08/2026

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto dan Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau Patah Atabri mengecek kondisi pesawat Cessna C208 PK-SNP (Foto: Indri/Korankaltim)
Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB — Operasi modifikasi cuaca di Kabupaten Berau mulai memasuki tahap praktik penyemaian awan. Tim Kedeputian Modifikasi Cuaca menjadwalkan kegiatan tersebut selama lima hari dengan memanfaatkan pertumbuhan awan yang dinilai memiliki potensi cukup baik untuk menghasilkan hujan.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda pada Kedeputian Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau Hari Saputro mengatakan, praktik penyemaian akan menyesuaikan perkembangan awan di wilayah Berau sehingga waktu pasti belum bisa ditentukan.
Aktivitas penyemaian tidak hanya dilakukan pada pagi hingga sore hari, tetapi dapat berlanjut hingga malam apabila kondisi awan mendukung. “Kami jadwalkan praktiknya untuk lima hari,” kata Hari kepada Korankaltim.com Selasa (25/8/2026) hari ini.
Kondisi cuaca pada hari ini cukup mendukung untuk pelaksanaan operasi. Awan di sejumlah wilayah Berau terpantau cukup banyak sehingga memberikan peluang bagi tim untuk melakukan penyemaian. Diperkirakan kesesuaian antara kondisi lapangan dan prediksi pertumbuhan awan berada pada kisaran 90 hingga 98 persen. Namun, keputusan penyemaian tetap bergantung pada karakteristik awan yang terbentuk.
Modifikasi cuaca bukan proses menciptakan awan baru. Teknologi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan awan yang telah terbentuk secara alami, kemudian diberikan bahan semai untuk mempercepat proses terbentuknya hujan. “Kami membutuhkan awan tapi tidak membuat awan,” ungkap Hari.
Dalam pelaksanaannya, tim juga menunggu kesiapan bahan semai berupa garam jenis NaCl (Natrium Klorida) non-yodium yang digunakan untuk mendukung proses penyemaian. Bahan tersebut memiliki ukuran partikel sekitar 0,1 mikron sehingga berbeda dengan garam yang biasa ditemukan di pasaran.
Efektivitas penyemaian sangat bergantung pada kondisi awan. Tim tidak akan menyemai awan yang masih dalam tahap pertumbuhan awal, melainkan memilih awan yang telah berkembang dan memiliki kandungan uap air yang memadai.
Bahan semai kemudian dimasukkan ke dalam awan untuk mendorong proses kondensasi sehingga hujan dapat terbentuk lebih cepat. Dengan demikian, keberhasilan operasi sangat ditentukan oleh ukuran, perkembangan, serta kandungan uap air dalam awan yang menjadi sasaran.
Setelah proses penyemaian dilakukan, potensi hujan diperkirakan dapat muncul dalam rentang sekitar dua hingga tiga jam. Namun, persentase keberhasilannya tidak bersifat mutlak karena tetap dipengaruhi karakteristik awan. “Biasanya sekitar 30–50 persen, tergantung potensi awannya,” paparnya.
Semakin besar dan matang awan yang disemai, semakin besar pula peluang terbentuknya hujan. Kondisi tersebut membuat pemantauan pertumbuhan awan menjadi bagian penting dalam menentukan waktu dan lokasi penyemaian.
Operasi selama lima hari ini diharapkan dapat mengoptimalkan peluang turunnya hujan di tengah kondisi cuaca kering yang masih melanda Berau. Tim akan terus mengevaluasi perkembangan awan sebelum menentukan pelaksanaan penyemaian pada setiap periode operasi.
Sebelumnya, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas sudah memeriksa kesiapan pesawat Cessna C208 PK-SNP yang disiapkan untuk operasi modifikasi cuaca tersebut kemarin dan melihat langsung kondisi pesawat yang akan digunakan dalam operasi untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah Berau yang masih menghadapi cuaca panas dan kering.
Pengecekan tersebut diperlukan untuk memastikan kesiapan sarana sebelum operasi dilaksanakan. Dukungan pesawat dari pemerintah pusat itu merupakan hasil komunikasi Pemkab Berau dengan pemerintah pusat terkait kondisi cuaca dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemkab Berau terus memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan unsur terkait agar seluruh kebutuhan operasi siap ketika kondisi cuaca memungkinkan. “Kami terus berkoordinasi dengan BNPB dan seluruh pihak terkait,” sebutnya.
Di tengah persiapan modifikasi cuaca, hujan mulai turun di sejumlah wilayah Berau. Sri menyambut kondisi tersebut sebagai perkembangan positif, meski pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi bagi wilayah yang masih kering. “Semua bersyukur hujan mulai turun. Mudah-mudahan wilayah yang masih kering segera mendapatkan hujan, berharap Berau baik-baik saja dan masyarakat bisa lebih tenang menghadapi kondisi saat ini,” ucap Sri.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 25/08/2026
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto dan Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau Patah Atabri mengecek kondisi pesawat Cessna C208 PK-SNP (Foto: Indri/Korankaltim)
TERPOPULER