Senin, 24/08/2026
Senin, 24/08/2026
Pesawat Cessna Grand Caravan 208B yang dikerahkan pemerintah pusat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla di Kabupaten Berau. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Senin, 24/08/2026

Pesawat Cessna Grand Caravan 208B yang dikerahkan pemerintah pusat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla di Kabupaten Berau. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Pemerintah Pusat mengerahkan satu unit pesawat Cessna Grand Caravan 208B untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau.
Pesawat tersebut didatangkan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyampaikan kebutuhan penanganan karhutla kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, Tono Sumarsono, mengatakan pengerahan pesawat untuk OMC merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat penanganan karhutla di Berau.
“Ini bentuk dukungan pemerintah pusat untuk membantu penanganan karhutla,” ujarnya.
OMC direncanakan berlangsung selama lima hari. Namun, jumlah penerbangan setiap harinya tidak ditentukan secara tetap karena pelaksanaan penyemaian sangat bergantung pada keberadaan dan karakteristik awan yang memenuhi syarat.
Tim OMC akan melakukan pemantauan kondisi awan sejak pagi hingga sore atau malam hari. Jika terdapat awan potensial, pesawat akan segera disiapkan untuk melakukan penyemaian.
Dalam kondisi tertentu, pesawat bahkan dapat dioptimalkan untuk melakukan empat hingga lima kali penerbangan dalam sehari. Intensitas tersebut tetap bergantung pada hasil pemantauan cuaca.
“Kalau ada awan yang memungkinkan untuk disemai, kami maksimalkan,” katanya.
Untuk mendukung operasi tersebut, pemerintah menyiapkan 10 ton garam khusus sebagai bahan semai. Dalam satu kali penerbangan, pesawat mampu membawa sekitar satu ton bahan semai.
Persediaan tersebut tidak menjadi batas akhir operasi. Jika kebutuhan bahan semai meningkat selama pelaksanaan OMC, tambahan pasokan akan dikirim kembali. Bahan semai didatangkan dari Jakarta melalui Balikpapan sebelum dibawa ke Berau.
Pelaksanaan OMC juga melibatkan sejumlah pihak. Setiap penerbangan akan mempertimbangkan rekomendasi dari Direktorat Modifikasi Cuaca serta hasil pemantauan meteorologi. BNPB, pemerintah daerah, pengelola bandara, penyedia pesawat, dan unsur meteorologi akan berkoordinasi sebelum operasi dilakukan.
Briefing persiapan dijadwalkan dilakukan setiap pagi untuk menentukan langkah operasi berdasarkan perkembangan cuaca.
Menurutnya, pesawat yang kini ditempatkan di Berau sebelumnya digunakan untuk operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Selatan. Pesawat tersebut kemudian dipinjamkan selama lima hari untuk mendukung penanganan karhutla di Berau.
“Bencana harus ditangani bersama, pusat dan daerah,” tuturnya.
Pada hari pertama, tim masih menunggu bahan semai tiba sebelum penerbangan dapat dimaksimalkan. Kendati demikian, hasil pemantauan menunjukkan terdapat potensi awan yang dapat menjadi sasaran penyemaian.
Kehadiran pesawat OMC menjadi tambahan upaya di tengah meningkatnya ancaman karhutla di Berau. Operasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan curah hujan sehingga membantu membasahi kawasan rawan maupun terdampak kebakaran.
Namun, OMC bukan upaya yang dapat berjalan tanpa dukungan kondisi alam. Keberhasilan penyemaian tetap bergantung pada tersedianya awan yang sesuai. Karena itu, pemantauan cuaca menjadi penentu utama setiap penerbangan selama lima hari operasi berlangsung.
Tono menegaskan, kehadiran pesawat OMC merupakan bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi bencana yang membutuhkan penanganan cepat.
“Kami akan memaksimalkan setiap potensi awan untuk membantu menurunkan hujan di Berau,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Senin, 24/08/2026
Pesawat Cessna Grand Caravan 208B yang dikerahkan pemerintah pusat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla di Kabupaten Berau. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER