Minggu, 23/08/2026

Pasar Pagi Masih Sepi, Pemkot Samarinda Siapkan Strategi Rebranding

Minggu, 23/08/2026

Pemerintah Kota (Pemkot) kini siapkan strategi rebranding Pasar Pagi guna meramaikan kembali minat masyarakat berbelanja. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pasar Pagi Masih Sepi, Pemkot Samarinda Siapkan Strategi Rebranding

Minggu, 23/08/2026

logo

Pemerintah Kota (Pemkot) kini siapkan strategi rebranding Pasar Pagi guna meramaikan kembali minat masyarakat berbelanja. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)

Penulis: Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda menyiapkan strategi pemasaran ulang atau rebranding Pasar Pagi untuk meningkatkan kunjungan masyarakat. 

Langkah ini disiapkan menyusul masih sepinya aktivitas transaksi meski pasar tersebut telah kembali beroperasi.

Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani mengatakan, pembahasan strategi rebranding akan dilakukan bersama tim lintas perangkat daerah sebelum akhir Agustus 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembalikan daya tarik Pasar Pagi setelah wajah baru pasar yang lebih modern dan representatif.

“Kita harus memperhatikan juga kondisi ekonomi dan lain-lain. Hasil dari tim itulah yang akan kita jalankan,” ujar Nurrahmani yang akrab disapa Yama.

Meski demikian, pihaknya tidak ingin mengambil keputusan secara sepihak. Kondisi Pasar Pagi sejak sebelum hingga sesudah revitalisasi akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh sebelum menentukan langkah berikutnya.

Di sisi lain, penyelenggaraan kegiatan berkala juga akan dilakukan guna mendongkrak tingkat kunjungan. Pihak pengelola sebelumnya telah menyampaikan rencana menggelar agenda minimal satu kali dalam sebulan.

Sebagai langkah awal, Disdag Samarinda tengah menyiapkan konsep pasar murah. Namun, agenda itu tidak akan digelar terlalu sering demi menjaga keberlangsungan usaha para pedagang.

Komoditas yang dijual nantinya juga dipastikan tidak akan bersaing langsung dengan barang yang sudah tersedia di dalam pasar.

“Kalau pasar murah kita paling sampai tiga atau empat kali setahun. Karena kasihan kalau orang disuruh jual murah-murah terus,” ujarnya.

Selain pasar murah, pemkot berencana menggelar diskusi kelompok terumpun atau focus group discussion (FGD) dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk penyelenggara acara (event organizer). Forum tersebut diharapkan menghasilkan konsep kegiatan yang mampu menarik pengunjung tanpa menggeser aktivitas pedagang di dalam pasar.

Penyelenggaraan acara akan diarahkan agar manfaat ekonominya tetap dirasakan langsung oleh pedagang Pasar Pagi. Kegiatan yang berorientasi penjualan wajib melibatkan pedagang yang mendiami lapak pasar. Sementara pihak luar hanya diberikan ruang untuk kegiatan pendukung, seperti perlombaan atau hiburan.

“Kalau eventnya luar misalnya lomba melukis, boleh. Nanti yang berdampak pedagang di dalam. Tapi kalau untuk jualan, kita minta pedagang di dalam,” jelasnya.

Pengaturan lokasi kegiatan juga akan diperhatikan agar tidak mengganggu arus perdagangan. Acara tidak akan ditempatkan di area depan kios, melainkan dialihkan ke halaman atau area teras bagian atas Pasar Pagi.

Di samping upaya meramaikan kunjungan, persoalan ratusan pedagang yang belum menempati lapak juga masih menjadi perhatian pemerintah. Saat ini diperkirakan ada sekitar 700 pedagang yang belum mengisi kios di Pasar Pagi.

Angkanya disebut perlahan berkurang seiring proses verifikasi dan pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah. Sebagai pembanding, hingga akhir Juli lalu masih ada sekitar 1.000 lebih lapak yang belum terisi dari total 2.568 unit. Angka ini telah menurun dibandingkan data Juni yang menyentuh 1.500 unit.

Terkait sisa pedagang yang belum masuk, pemkot memberikan tenggat hingga 31 Agustus bagi para pedagang untuk segera menempati lapak yang disediakan. Batas waktu tersebut bukan berarti pemerintah akan langsung mengambil tindakan represif apabila masih ada lapak yang belum terisi.

Pemkot terlebih dahulu akan melakukan evaluasi bersama tim lintas perangkat daerah. Tim ini bertugas merumuskan standar operasional prosedur (SOP) penanganan, melakukan verifikasi data, serta mempertimbangkan kondisi ekonomi sebelum menentukan tindakan.

“Kita harus memperhatikan juga kondisi ekonomi (pedagang),” pungkasnya. 

Editor: Erwin

Pasar Pagi Masih Sepi, Pemkot Samarinda Siapkan Strategi Rebranding

Minggu, 23/08/2026

Pemerintah Kota (Pemkot) kini siapkan strategi rebranding Pasar Pagi guna meramaikan kembali minat masyarakat berbelanja. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait