Jumat, 21/08/2026

Musim Berladang di Mahulu Dimulai, Warga yang Mau Buka Lahan Diminta Lapor ke BPBD dan Damkar

Jumat, 21/08/2026

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Satpol PP Mahulu mengawal proses pembakaran lahan untuk pembukaan ladang masyarakat guna mencegah api merembet ke area sekitar. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Musim Berladang di Mahulu Dimulai, Warga yang Mau Buka Lahan Diminta Lapor ke BPBD dan Damkar

Jumat, 21/08/2026

logo

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Satpol PP Mahulu mengawal proses pembakaran lahan untuk pembukaan ladang masyarakat guna mencegah api merembet ke area sekitar. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

Penulis: Julika Hengin

KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat memasuki musim berladang, terutama dalam aktivitas pembukaan dan pembakaran lahan.

Kondisi kemarau yang membuat lahan lebih kering dinilai dapat meningkatkan risiko api merembet ke hutan, kebun, maupun lahan milik warga lainnya.

Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, mengimbau masyarakat yang hendak melakukan pembakaran lahan untuk terlebih dahulu melaporkan kegiatan tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau pemadam kebakaran (Damkar) setempat.

Pelaporan diperlukan sebagai langkah antisipasi agar petugas dapat mengetahui lokasi pembakaran dan melakukan pemantauan selama proses berlangsung. Dengan begitu, penanganan dapat segera dilakukan apabila api mulai sulit dikendalikan.

‎“Ini memang instruksi kita ke masyarakat, pada saat membakar ladang usahakan memberi informasi kepada BPBD. Kalau tidak BPBD, ke Damkar,” ujar Suhuk kepada Korankaltim.com Jumat (21/8/2026). 

Imbauan tersebut disampaikan setelah terdapat warga yang berinisiatif melaporkan aktivitas pembakaran lahan kepada BPBD. Laporan itu memungkinkan petugas datang langsung ke lokasi untuk memastikan proses pembakaran berlangsung aman dan api tidak berkembang di luar area yang telah ditentukan.

Koordinasi dengan petugas menjadi semakin penting karena Mahulu mulai memasuki musim kemarau. Kondisi lahan yang lebih kering dapat membuat api lebih mudah menyebar apabila tidak diawasi secara ketat.

Selain kondisi lahan, keberadaan hutan dan perkebunan di sekitar ladang juga menjadi perhatian. Api yang semula digunakan untuk membersihkan lahan dapat merembet apabila masyarakat tidak melakukan pengawasan hingga bara benar-benar padam.

‎“Yang ditakutkan pada saat pembakaran di musim kemarau ini karena kiri kanan masih hutan, merembet ke ladang ataupun kebun tetangga. Angin juga kencang, kami takut kalau terjadi pembakaran akan merembet ke tetangga-tetangga,” katanya.

Karena itu, pemerintah daerah meminta masyarakat tidak meninggalkan lokasi selama proses pembakaran masih berlangsung. Warga juga diminta memastikan api dan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan ladang.

Pemkab tidak bermaksud menghambat aktivitas berladang yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Mahulu.

Namun, kegiatan tersebut perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan kondisi lingkungan sekitar. Selain itu pemkab juga mendorong masyarakat agar pembukaan lahan dilakukan secara aman, terkendali, dan bertanggung jawab sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan tanpa menimbulkan risiko kebakaran yang dapat merugikan lingkungan maupun masyarakat lainnya.

Editor: Aspian Nur

Musim Berladang di Mahulu Dimulai, Warga yang Mau Buka Lahan Diminta Lapor ke BPBD dan Damkar

Jumat, 21/08/2026

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Satpol PP Mahulu mengawal proses pembakaran lahan untuk pembukaan ladang masyarakat guna mencegah api merembet ke area sekitar. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait