Kamis, 20/08/2026

Labanan Jaya Jaga Asa Ketahanan Pangan Berau

Kamis, 20/08/2026

Petani saat mengikuti syukuran panen padi musim tanam 2026 di areal persawahan Kampung Labanan Jaya, Kamis (20/8/2026). (INDRI/KORAN KALTIM)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Labanan Jaya Jaga Asa Ketahanan Pangan Berau

Kamis, 20/08/2026

logo

Petani saat mengikuti syukuran panen padi musim tanam 2026 di areal persawahan Kampung Labanan Jaya, Kamis (20/8/2026). (INDRI/KORAN KALTIM)

TANJUNG REDEB — Di tengah kemarau panjang yang memicu kekeringan dan membuat sejumlah lahan pertanian mengalami puso, petani Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, masih mampu mempertahankan sebagian produksi padinya.

Semangat itu terlihat dalam syukuran panen padi musim tanam 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama kelompok tani di areal persawahan Kampung Labanan Jaya, Kamis (20/8/2026). 

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Berau, jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, penyuluh pertanian, serta masyarakat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau Lita Handini mengatakan, keberhasilan panen menjadi hal yang patut disyukuri karena berlangsung dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

“Di tengah cuaca ekstrem, sebagian besar tanaman padi di Labanan Jaya masih bisa dipanen,” ujarnya.

Dari 118,7 hektare lahan yang ditanami pada musim gadu, sebanyak 75 hektare berhasil dipanen. Sementara 11,5 hektare mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Produktivitas panen mencapai rata-rata 3,19 ton per hektare. Angka tersebut masih di bawah kondisi normal yang dapat mencapai sekitar 4,5 ton per hektare. Salah satu varietas yang dipanen secara simbolis ialah Kolosebo, padi premium dengan masa panen sekitar 95 hari.

Selain kekeringan, kemarau panjang juga meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman, terutama pada lahan yang tidak mendapatkan perawatan intensif.

Lita menilai, tantangan tersebut menjadi momentum untuk kembali menghidupkan sektor pertanian Labanan Jaya. Kampung ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi, tetapi aktivitas pertanian mulai melemah seiring banyaknya petani yang memasuki usia lanjut.

“Kita ingin membangkitkan kembali semangat petani untuk membuka lahannya,” katanya.

Saat ini, luas lahan sawah Labanan Jaya mencapai 336 hektare. Sebanyak 268 hektare merupakan luas baku sawah dan 68 hektare lainnya merupakan tambahan cetak sawah baru melalui kerja sama dengan TNI.

Pemkab Berau berharap potensi tersebut tidak berhenti pada seremoni panen, tetapi menjadi pijakan untuk memperkuat regenerasi petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.

“Labanan Jaya diharapkan menjadi penguat ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Labanan Jaya Jaga Asa Ketahanan Pangan Berau

Kamis, 20/08/2026

Petani saat mengikuti syukuran panen padi musim tanam 2026 di areal persawahan Kampung Labanan Jaya, Kamis (20/8/2026). (INDRI/KORAN KALTIM)

Share

Berita Terkait