Kamis, 20/08/2026
Kamis, 20/08/2026
Workshop pembinaan pelaku usaha di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Pemkab, Kamis (20/8/2026). (Indri/Korankaltim).
Kamis, 20/08/2026

Workshop pembinaan pelaku usaha di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Pemkab, Kamis (20/8/2026). (Indri/Korankaltim).
TANJUNG REDEB — Kreativitas menjadi modal penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Berau untuk menghadapi perubahan ekonomi. Namun, kreativitas dinilai tidak cukup jika tidak diikuti peningkatan kualitas, inovasi, digitalisasi, dan keberanian memasuki pasar yang lebih luas.
Hal itu mengemuka dalam Workshop Pembinaan Pelaku Usaha dalam rangka mendukung ekonomi kerakyatan yang tangguh di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Pemerintah Kabupaten Berau, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dibuka secara resmi Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Berau Kombes Pol Edy Siswanto.
Dalam pemaparannya, Edy menekankan pentingnya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mampu menghubungkan pelaku usaha dengan pemerintah, perbankan, swasta, hingga pasar.
“UMKM ini sektor strategis yang harus dibangkitkan,” katanya.
Transformasi ekonomi Berau membuat penguatan UMKM semakin penting. Pelaku usaha lokal tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri, melainkan membutuhkan akses permodalan, pendampingan, promosi, dan kesempatan mengikuti berbagai pameran.
Dalam konteks ekonomi kreatif, Edy mendorong pelaku usaha menjadikan keunikan produk lokal sebagai kekuatan untuk membangun daya saing. Produk makanan, kerajinan, dan berbagai usaha kreatif lainnya harus dikembangkan dengan memperhatikan kualitas, kemasan, standardisasi, serta kebutuhan konsumen.
Ia juga menilai persaingan pasar bukan ancaman, melainkan ruang untuk memperbaiki produk. Pelaku usaha dituntut mampu membaca keunggulan kompetitor dan menemukan nilai tambah yang membuat produknya berbeda.
“Jangan takut bersaing. Kompetisi harus membuat kita berbenah,” ujarnya.
Kolaborasi dengan perbankan diarahkan pada akses pembiayaan dan digitalisasi transaksi. Sementara itu, sektor swasta dapat mendukung melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), promosi, pameran, serta pemanfaatan produk lokal dalam rantai pasok.
Edy juga menggagas pengembangan kawasan kuliner terpadu sebagai wadah ekonomi kreatif sekaligus destinasi wisata. Konsep tersebut diharapkan mampu mempertemukan produk lokal, kreativitas, dan pasar dalam satu kawasan.
“Potensi Berau luar biasa, tinggal bagaimana kita mengelolanya bersama,” pungkasnya. (*)
Kamis, 20/08/2026
Workshop pembinaan pelaku usaha di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Pemkab, Kamis (20/8/2026). (Indri/Korankaltim).
TERPOPULER