Rabu, 19/08/2026

Suhu di Berau Tembus 36,2 Derajat Celsius, 426 Hotspot Terdeteksi

Rabu, 19/08/2026

Kondisi cuaca panas yang mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau. (Indri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Suhu di Berau Tembus 36,2 Derajat Celsius, 426 Hotspot Terdeteksi

Rabu, 19/08/2026

logo

Kondisi cuaca panas yang mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau. (Indri/Korankaltim.com)

 Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Kondisi cuaca di Kabupaten Berau semakin menunjukkan tekanan kekeringan. Suhu maksimum mencapai 36,2 derajat Celsius pada 18 Agustus 2026, sementara 426 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Berau. 

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau, Ade Heryadi, mengatakan peningkatan suhu tersebut menjadi salah satu indikator kondisi cuaca yang perlu diwaspadai, terlebih Berau tengah mengalami periode tanpa hujan yang cukup panjang. Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau, suhu maksimum tercatat 35,7 derajat Celsius pada 16 Agustus, meningkat menjadi 36 derajat Celsius pada 17 Agustus, kemudian mencapai 36,2 derajat Celsius pada 18 Agustus. 

“Suhu maksimum hari ini mencapai 36,2 derajat Celsius, tertinggi dalam tiga hari terakhir,” katanya. 

Selain suhu tinggi, persoalan lain yang menjadi perhatian ialah sebaran titik panas. Dari 426 hotspot yang terpantau pada 18 Agustus, konsentrasi terbesar berada di Kecamatan Pulau Derawan dengan 132 titik panas. Kondisi tersebut berlangsung ketika sebagian wilayah Berau mengalami hari tanpa hujan (HTH). 

Pemantauan periode 1–18 Agustus 2026 menunjukkan Berau berada dalam kategori menengah, yakni 11–20 hari berturut-turut tanpa hujan. 

Kekeringan juga berdampak pada jarak pandang. Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau mencatat jarak pandang berkisar 2–8 kilometer, dengan jarak terendah mencapai 2 kilometer. Sementara itu, angin permukaan tercatat berkisar 0–17 kilometer per jam dan paling banyak bertiup dari arah barat daya. 

Rangkaian kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama apabila aktivitas manusia tidak terkendali. BMKG pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca yang relatif kering. “Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan kegiatan yang berpotensi memicu karhutla,” tegasnya. 

Masyarakat juga diminta aktif memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG, serta kanal media sosial resmi Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau. Di tengah suhu yang menembus 36 derajat Celsius dan ratusan titik panas yang terpantau, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kondisi semakin memburuk. 

Upaya pencegahan dinilai penting dilakukan sebelum titik panas berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan. “Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan tetap memantau informasi cuaca agar potensi karhutla dapat kita cegah sejak dini,” pungkasnya. 

Editor: Erwin

Suhu di Berau Tembus 36,2 Derajat Celsius, 426 Hotspot Terdeteksi

Rabu, 19/08/2026

Kondisi cuaca panas yang mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau. (Indri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait