Rabu, 19/08/2026
Rabu, 19/08/2026
Tim gabungan saat mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi jenazah korban. (Foto: Ho Polres Kutim)
Rabu, 19/08/2026

Tim gabungan saat mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi jenazah korban. (Foto: Ho Polres Kutim)
Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Lima hari dicari setelah tenggelam di perairan Bontang pada Kamis (13/8/2026) pekan lalu, Jainudin akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Pantai Teluk Prancis, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur pada Selasa (18/8/2026) siang kemarin sekitar pukul 12.30 WITA.
Jainudin yang berusia 59 tahun merupakan warga Jalan Batu Sahasa 4 RT 011, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara dan ditemukan saat keponakannya Suryansyah bersama dan Yudi Kurniawan melakukan pencarian dengan menyisir kawasan Pantai Teluk Prancis.
Saat berada di sekitar pesisir pantai, keduanya melihat jenazah tergeletak di pinggir pantai. Suryansyah kemudian menghubungi Basarnas Bontang untuk melaporkan temuan tersebut. Tim Basarnas Bontang bersama personel TNI AL Pos Kenyamukan selanjutnya mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi terhadap jenazah.
Sementara personel Polsek Sangatta Selatan dan Satpolairud Polres Kutim yang tiba di lokasi mendapat informasi jika korban telah lebih dahulu dievakuasi oleh tim Basarnas Bontang bersama personel TNI AL.
Kapolres Kutim AKBP Aryansyah melalui Kasat Pol Airud Polres Kutim Iptu Herianto mengatakan, pihaknya tetap melakukan pengecekan setelah menerima laporan mengenai penemuan jenazah di kawasan tersebut. Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi dan melakukan koordinasi dengan unsur terkait.
"Saat tiba, proses evakuasi sudah dilakukan oleh Basarnas Bontang bersama TNI AL Pos Kenyamukan,” ujar Herianto saat memberikan keterangan pada Rabu (19/8/2026).
Dari hasil keterangan saksi di lokasi, jenazah yang ditemukan memiliki ciri dan identitas yang diduga kuat merupakan Jainudin, nelayan asal Bontang yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah tenggelam di perairan Bontang.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kemudian dibawa menuju Kota Bontang untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Proses selanjutnya dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Insiden tersebut mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun kawasan pesisir agar tidak mengabaikan faktor keselamatan, terutama ketika kondisi cuaca dan gelombang tidak bersahabat. Jika kondisi laut tidak memungkinkan, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melaut.
“Saat beraktivitas di laut selalu utamakan keselamatan, melengkapi diri dengan alat keselamatan dan memperhatikan perkembangan cuaca,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 19/08/2026
Tim gabungan saat mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi jenazah korban. (Foto: Ho Polres Kutim)
TERPOPULER