Rabu, 19/08/2026
Rabu, 19/08/2026
Asap pekat menyelimuti lahan yang terbakar di kawasan Jalan Sedap Malam, Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kubar. (Foto: BPBD Kubar)
Rabu, 19/08/2026

Asap pekat menyelimuti lahan yang terbakar di kawasan Jalan Sedap Malam, Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kubar. (Foto: BPBD Kubar)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Musim kemarau membuat kondisi lahan menjadi lebih kering sehingga api lebih mudah muncul dan menyebar. Ketika kebakaran meluas persoalan tidak lagi hanya soal lahan yang terbakar tetapi juga asap yang dapat terbawa angin dan mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah sekitarnya.
Di Kutai Barat sejak akhir Februari 2026 hingga pertengahan Agustus 2026 ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah menghanguskan 355,41 hektare lahan. Ditengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, pemerintah daerah mulai memberi perhatian pada dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data per Selasa (18/8/2026) kemarin, luas karhutla yang mencapai 355,41 hektare itu tercatat dalam periode 22 Februari hingga 17 Agustus 2026. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga membawa persoalan kesehatan akibat polusi asap.
Asap karhutla dapat mengganggu kualitas udara dan berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang tetap beraktivitas di luar rumah. Karena itu kewaspadaan dan perlindungan diri menjadi penting selama kondisi kemarau dan karhutla masih berlangsung.
Perhatian terhadap dampak tersebut disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin saat membuka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Alun-Alun Itho, Sendawar, Selasa (18/8/2026) malam tadi. Dalam kesempatan itu, Pemkab Kubar mengambil langkah untuk membantu masyarakat menghadapi polusi asap akibat karhutla.
“Pemkab Kubar akan membagikan 2.000 masker sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terutama dari polusi asap dari karhutla yang telah melanda Kabupaten Kutai Barat,” ujar Edwin.
Pembagian masker itu menjadi satu langkah untuk mengingatkan masyarakat agar melindungi diri dari paparan asap. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan langsung ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah, terutama di wilayah yang terdampak asap.
Selain melindungi diri dari asap, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat potensi kebakaran tetap perlu diantisipasi agar tidak meluas dan kembali menambah dampak bagi lingkungan maupun masyarakat. “Jagalah kesehatan, kenakan masker. Lindungi keluarga dengan hidup sehat bebas polusi,” pungkas Edwin.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 19/08/2026
Asap pekat menyelimuti lahan yang terbakar di kawasan Jalan Sedap Malam, Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kubar. (Foto: BPBD Kubar)
TERPOPULER