Rabu, 19/08/2026

Gegara Karhutla, Manutung Jukut Berau Kembali Batal Digelar

Rabu, 19/08/2026

Event Manutung Jukut Kembali dibatalkan akibat Berau di kepung kabut asap. (Indri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Gegara Karhutla, Manutung Jukut Berau Kembali Batal Digelar

Rabu, 19/08/2026

logo

Event Manutung Jukut Kembali dibatalkan akibat Berau di kepung kabut asap. (Indri/Korankaltim.com)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung sejumlah wilayah Berau berdampak pada agenda tahunan pemerintah daerah. 

Untuk tahun kedua berturut-turut, kegiatan Manutung Jukut yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Berau kembali ditiadakan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, mengatakan pembatalan tersebut telah disampaikan secara resmi melalui surat pemberitahuan tertanggal 18 Agustus 2026. 

Surat Nomor 500.5.1/464/DISKAN itu ditujukan kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, satuan pendidikan, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, organisasi kemasyarakatan, hingga paguyuban di Kabupaten Berau.

“Manutung Jukut Tahun 2026 ditiadakan karena mempertimbangkan kondisi dan kewaspadaan terhadap karhutla,” ungkapnya.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Imbauan Bupati Berau Nomor 300.2.3/580/BPBD tertanggal 11 Agustus 2026 tentang peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi kering.

Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu percikan api. Larangan juga mencakup pembakaran terbuka serta imbauan agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan dan menghindari penggunaan peralatan yang berpotensi memicu kebakaran.

Kondisi cuaca panas dan kering yang dipengaruhi fenomena El Nino menjadi salah satu pertimbangan pemerintah. Di tengah kepungan asap akibat karhutla di sejumlah wilayah, aktivitas yang melibatkan api dinilai memiliki risiko lebih besar.

Meski Manutung Jukut ditiadakan, Dinas Perikanan tidak menghentikan agenda yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan konsumsi ikan. Kegiatan tersebut akan dialihkan melalui Program GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Ikan) serta Pasar Ikan dan Pangan Murah.

Program pengganti diarahkan untuk menjaga akses masyarakat terhadap pangan bergizi sekaligus mendorong konsumsi ikan. Pemerintah juga menargetkan kegiatan tersebut dapat berkontribusi terhadap penurunan angka stunting dan membantu pengendalian inflasi daerah.

“Program tetap berjalan, tetapi diarahkan pada kegiatan yang lebih aman dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Pengalihan kegiatan ini menunjukkan bahwa situasi karhutla tidak hanya berdampak pada penanganan kebakaran dan kualitas udara, tetapi turut memengaruhi pelaksanaan agenda pemerintah daerah. Langkah pencegahan menjadi pilihan untuk memastikan kegiatan masyarakat tidak menambah potensi sumber api ketika kondisi lingkungan sedang rentan terbakar.

Abdul Majid menegaskan, keselamatan masyarakat dan kondisi lingkungan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut.

“Kami berharap masyarakat memahami keputusan ini dan bersama-sama menjaga Berau agar tetap aman dari ancaman kebakaran,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Gegara Karhutla, Manutung Jukut Berau Kembali Batal Digelar

Rabu, 19/08/2026

Event Manutung Jukut Kembali dibatalkan akibat Berau di kepung kabut asap. (Indri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait