Rabu, 19/08/2026
Rabu, 19/08/2026
Pesawat Wings Air saat penerbangan perdana rute Samarinda-Melak tiba di Bandar Melalan,(17/6/2026). (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Rabu, 19/08/2026

Pesawat Wings Air saat penerbangan perdana rute Samarinda-Melak tiba di Bandar Melalan,(17/6/2026). (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Kemarau panjang yang masih berlangsung hingga saat ini mulai memberi dampak terhadap aktivitas di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Di Bandara Melalan, Melak, meski aktivitas penerbangan masih berjalan namun jarak pandang di bandara mulai menurun. Dalam kondisi normal, jarak pandang dapat mencapai sekitar 10 kilometer, kini maksimal berada di kisaran 5 kilometer atau 5.000 meter.
Penelaah Teknis Kebijakan Bandara Melalan Suparno mengatakan, sejauh ini belum ada keluhan dari pihak penerbangan terkait kondisi kabut asap tersebut, namun jarak pandang petugas di menara pengawas dan pihak AirNav mulai berkurang.
“Untuk saat ini belum ada keluhan dari pihak penerbangan terkait kondisi kabut asap. Kalau kondisi sekarang asap sudah mulai terlihat. Dengan adanya kabut asap ini, jarak pandang dari teman-teman yang bertugas di tower maupun pihak AirNav menjadi berkurang,” ujar Suparno kepada Korankaltim.com, Rabu (19/8/2026).
Penurunan jarak pandang hingga sekitar 5 kilometer sudah mulai mengganggu. Meski begitu, kondisi tersebut belum serta-merta menghentikan penerbangan. Operasional masih bergantung pada kemampuan maskapai dalam menghadapi kondisi jarak pandang yang ada.
“Tapi tergantung dari maskapai juga. Kalau memang mereka masih bisa memaksimalkan, mereka akan tetap beroperasi selama belum ada keluhan atau kendala,” jelasnya.
Sejauh ini, terdapat penerbangan yang batal menuju Bandara Melalan. Namun pembatalan tersebut bukan disebabkan oleh kabut asap, melainkan faktor operasional maskapai. Kondisi penerbangan dapat berubah apabila kabut asap semakin pekat dan jarak pandang terus menurun. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran penerbangan, mulai dari keterlambatan hingga pembatalan.
“Ketika kabut asap itu makin parah, tidak menutup kemungkinan penerbangan akan mengalami delay. Mungkin bisa jadi sampai pembatalan penerbangan karena kita mengedepankan faktor keselamatan. Kita tidak mau memaksakan penerbangan ketika kondisi cuaca tidak mendukung,” sebut Suparno.
Kemarau yang belum disertai hujan membuat kondisi lahan semakin kering. Di tengah kondisi tersebut, karhutla dapat memunculkan asap yang kemudian mengurangi jarak pandang, termasuk di kawasan bandara.
Karena itu perkembangan kondisi asap dan jarak pandang menjadi perhatian dalam operasional Bandara Melalan. Selama kondisi masih memungkinkan, penerbangan tetap dapat berjalan. Namun, apabila jarak pandang terus menurun hingga tidak mendukung keselamatan, penundaan maupun pembatalan penerbangan dapat dilakukan.
Bagi pihak bandara, keselamatan menjadi pertimbangan utama. Penerbangan tidak akan dipaksakan apabila kondisi cuaca dan jarak pandang sudah tidak memungkinkan untuk mendukung operasional yang aman.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 19/08/2026
Pesawat Wings Air saat penerbangan perdana rute Samarinda-Melak tiba di Bandar Melalan,(17/6/2026). (Foto: Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER