Kamis, 20/08/2026
Kamis, 20/08/2026
Kepala KSOP Bontang, Capt. M. Ridha Rengreng saat bersama awak kapal (Dok. KSOP)
Kamis, 20/08/2026

Kepala KSOP Bontang, Capt. M. Ridha Rengreng saat bersama awak kapal (Dok. KSOP)
Penulis : Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang memperketat pengawasan keselamatan kapal penumpang yang melayani rute dari dan menuju Bontang. Langkah tersebut dilakukan menyusul sejumlah rentetan insiden kapal penumpang di berbagai wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya adalah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Madura, Sumenep, pada 2 Agustus 2026. Kapal penumpang rute Surabaya–Makassar tersebut membawa 238 orang.
Dalam insiden itu, lima orang meninggal dunia, sementara ratusan penumpang lainnya berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sebelumnya, KM Nurul Salsa juga dilaporkan tenggelam di perairan Kepulauan Selayar pada 15 Juli 2026. Sementara pada 1 Agustus 2026, KM Prince Soya terbakar saat bersandar di Pelabuhan Samarinda.
Kepala KSOP Bontang, Capt. M. Ridha Rengreng, mengatakan keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama untuk mewujudkan transportasi laut yang aman, tertib, lancar dan laik laut. Salah satu langkah yang dilakukan KSOP Bontang adalah meningkatkan pemeriksaan dan pengawasan terhadap kapal penumpang sebelum maupun saat melakukan pelayaran.
"Pemeriksaan bertujuan untuk melalukan pengawasan terhadap kapal, awak kapal, serta aktivitas pelayanan dan operasional di wilayah pelabuhan,” katanya, Kamis (20/8/2026) Diakuinya, ia selalu menekankan kepada seluruh jajarannya agar terus hadir di lapangan untuk memastikan setiap aspek keselamatan diperhatikan dan terlaksana dengan baik. Langkah ini dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut di wilayah Kota Bontang. Ia juga menjelaskan, KSOP Kelas II Bontang selalu memastikan kapal memenuhi persyaratan keselamatan, perlengkapan keselamatan tersedia dan berfungsi dengan baik, serta seluruh kegiatan pelayaran berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Berbagai pengecakan selalu dilakukan guna memastikan kondisi kapal secara menyeluruh telah siap untuk melakukan pelayaran,” tuturnya.
Pemeriksaan ini mencakup pengecekan keandalan mesin utama, sistem navigasi, hingga ketersediaan alat-alat keselamatan standar seperti sekoci, pelampung (life jacket), dan pemadam api ringan.
Petugas di lapangan juga tidak hanya berfokus pada kondisi fisik armada, tetapi juga melakukan verifikasi ketat terhadap keabsahan dokumen pelayaran serta kualifikasi para awak kapal yang bertugas.
Editor: Erwin
Kamis, 20/08/2026
Kepala KSOP Bontang, Capt. M. Ridha Rengreng saat bersama awak kapal (Dok. KSOP)
TERPOPULER