Jumat, 21/08/2026

Berau Dilanda Kekeringan, Bupati Sri Juniarsih Usulkan Modifikasi Cuaca ke BNPB

Jumat, 21/08/2026

Tim Gabungan Dalam Penanganan Karhutla di Wilayah Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan. (Ist).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Berau Dilanda Kekeringan, Bupati Sri Juniarsih Usulkan Modifikasi Cuaca ke BNPB

Jumat, 21/08/2026

logo

Tim Gabungan Dalam Penanganan Karhutla di Wilayah Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan. (Ist).

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB — Suhu udara yang menembus 37,3 derajat Celsius dan ratusan titik panas membuat Kabupaten Berau berada dalam tekanan kekeringan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kini mengajukan dukungan rekayasa cuaca kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengantisipasi dampak kemarau berkepanjangan. 

Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau mencatat suhu maksimum Berau dalam tiga hari terakhir berada pada level tinggi. Suhu mencapai 36,2 derajat Celsius pada 18 Agustus, meningkat menjadi 37,3 derajat Celsius pada 19 Agustus, sebelum turun tipis menjadi 36,5 derajat Celsius pada 20 Agustus 2026. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya hujan. Berdasarkan pemantauan periode 1–20 Agustus, Hari Tanpa Hujan (HTH) di wilayah Berau berada pada kategori menengah, yakni 11–20 hari tanpa hujan. Kondisi atmosfer juga ditandai jarak pandang yang hanya berkisar 1,5–7 kilometer. Cuaca teramati berupa asap dan berawan, seiring tingginya jumlah titik panas yang terdeteksi. Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau mencatat terdapat 519 titik panas di Berau. 

Kecamatan Pulau Derawan menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi, yakni mencapai 213 titik. Di sisi lain, kecepatan angin permukaan relatif rendah, berkisar 0–5 kilometer per jam dengan arah dominan dari barat daya. 

Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat membuat asap bertahan lebih lama di suatu wilayah. Menghadapi situasi tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan BNPB untuk mendapatkan dukungan operasi modifikasi cuaca. 

“Kami sedang melakukan komunikasi dengan BNPB untuk dibantu, bekerja sama dengan TNI, untuk segera mungkin melakukan rekayasa hujan buatan,” ujarnya. Sri Juniarsih mengatakan langkah tersebut ditempuh setelah berbagai upaya untuk menghadirkan hujan dilakukan, termasuk pelaksanaan salat istisqa bersama masyarakat. 

Namun, kekeringan yang masih berlangsung membuat pemerintah perlu menyiapkan alternatif penanganan. Pengajuan bantuan tersebut, kata dia, juga telah disampaikan melalui surat resmi kepada kementerian terkait dan BNPB. Surat itu ditembuskan kepada Gubernur Kalimantan Timur, TNI, dan Polri. 

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan gubernur. Kita masih menunggu jawaban dari BNPB,” katanya. Menurutnya, kebutuhan rekayasa cuaca semakin mendesak karena dampak kekeringan mulai dirasakan sektor pertanian. Kondisi lahan yang kering juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Pemkab Berau juga memperkuat langkah pencegahan dengan menggandeng perusahaan untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan. Dukungan tersebut antara lain berupa bahan bakar minyak (BBM) untuk unit operasional serta sarana kesehatan seperti ambulans. 

Di tengah ancaman tersebut, pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Suhu tinggi dan kondisi lahan yang kering membuat api berpotensi menyebar dengan cepat. 

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dalam meluaskan lahan kita,” tegasnya. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait meningkatkan kewaspadaan selama periode kekeringan meteorologis. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan, diminta dihentikan. 

Informasi perkembangan cuaca dapat dipantau melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG, serta media sosial resmi BMKG dan Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau. 

Dengan kondisi suhu tinggi, 519 titik panas, angin berkecepatan rendah, dan belasan hari tanpa hujan, pemerintah berharap dukungan rekayasa cuaca dapat segera direalisasikan untuk menekan risiko karhutla sekaligus membantu lahan pertanian yang mulai terdampak kekeringan. “Segala upaya sudah kami lakukan. Kita berharap luasan karhutla tidak bertambah,” tutupnya. 

Editor: Erwin

Berau Dilanda Kekeringan, Bupati Sri Juniarsih Usulkan Modifikasi Cuaca ke BNPB

Jumat, 21/08/2026

Tim Gabungan Dalam Penanganan Karhutla di Wilayah Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan. (Ist).

Share

Berita Terkait