Senin, 24/08/2026
Senin, 24/08/2026
Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di BP2SDM Wilayah V Samarinda (Prokopim Kubar)
Senin, 24/08/2026

Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di BP2SDM Wilayah V Samarinda (Prokopim Kubar)
Penulis : Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Sebanyak 490 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dari 16 kecamatan di Kabupaten Kutai Barat mengikuti pelatihan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi upaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi kebakaran sejak tahap pencegahan hingga penanganan awal.
Pelatihan yang berlangsung di Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah V Samarinda tersebut dibuka Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani Senin (24/8/2026). Dari 490 peserta, sebanyak 280 orang tergabung dalam Fire Crew 1 dan 210 orang lainnya merupakan Fire Crew 2.
Mereka merupakan MPA binaan BPBD Kubar yang nantinya diharapkan mampu melakukan pemantauan dan deteksi dini sekaligus membantu penanganan ketika kebakaran terjadi di wilayah masing-masing. Penguatan kapasitas MPA menjadi penting karena Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kubar.
Meski sejumlah titik kebakaran telah berhasil dilokalisasi dan dipadamkan tim gabungan bersama masyarakat, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya api susulan. “Tidak boleh hanya bergerak ketika api sudah membesar tetapi harus memperkuat pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan dan penanganan sejak awal,” tegas Nanang.
Karhutla bukan hanya persoalan kerusakan hutan. Kebakaran juga dapat berdampak terhadap kesehatan, kualitas udara, aktivitas masyarakat hingga kehidupan sosial dan ekonomi. Karena itu Nanang meminta MPA tidak sekadar menjadi kelompok yang turun ketika terjadi kebakaran.
Keberadaan mereka harus mampu menjadi mata dan telinga pemerintah di tingkat kampung dengan melakukan pemantauan, memberikan edukasi kepada masyarakat dan melaporkan potensi kebakaran sedini mungkin. Masyarakat juga diminta agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Setiap kemunculan titik api diminta segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum meluas.
“Jangan sampai api yang kecil menjadi bencana yang besar. Mari jaga hutan Kutai Barat, lindungi masyarakat dan wariskan lingkungan yang tetap lestari kepada anak cucu kita,” papar Nanang.
Peserta diminta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memperdalam teknik pengendalian Karhutla sekaligus memahami aspek keselamatan dalam bekerja di lapangan. Sebab, penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja bersama pemerintah, TNI-Polri, BPBD, dunia usaha, pemerintah kampung dan masyarakat. Sementara Kepala BP2SDM Wilayah V Samarinda Elfa Rifaldi mengatakan, kerja sama dengan BPBD Kubar dalam pengembangan kompetensi pengendalian Karhutla telah berjalan sekitar lima tahun.
“BPBD Kutai Barat adalah salah satu mitra strategis kami dalam upaya pengembangan kompetensi SDM. Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang telah mendukung upaya pengembangan kompetensi, khususnya di bidang pengendalian kebakaran hutan,” katanya.
Kemampuan teknis menjadi hal penting karena karakter wilayah Kubar memiliki tantangan tersendiri. Penanganan kebakaran di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan membutuhkan kemampuan menggunakan peralatan yang dapat dibawa langsung ke lokasi.
“Wilayah kerja di kabupaten tidak mudah. Kita tidak seperti menyelesaikan pengendalian kebakaran hutan di kota yang bisa dijangkau dengan kendaraan,” jelasnya. Karena itu, peserta juga dibekali kemampuan menggunakan peralatan pemadam yang sesuai dengan kondisi lapangan, termasuk pompa punggung. Peralatan tersebut dinilai penting untuk penanganan awal ketika lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam. Pelatihan berlangsung selama delapan hari, 24–31 Agustus 2026 dengan total 60 jam pelajaran. Materi terdiri dari 22 jam teori dan 38 jam praktik.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diarahkan memahami aspek teknis pengendalian kebakaran, tetapi juga dibentuk agar memiliki kedisiplinan, kecermatan, kewaspadaan dan kesiapan mental dalam menjalankan tugas di lapangan.
Tenaga pengajar berasal dari Widyaiswara BP2SDM Wilayah V Samarinda serta Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah III. Dengan pelatihan ini, MPA Kubar diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melakukan pencegahan dan penanganan awal Karhutla, terutama sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Editor: Aspian Nur
Senin, 24/08/2026
Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di BP2SDM Wilayah V Samarinda (Prokopim Kubar)
TERPOPULER