Senin, 24/08/2026

Hutan Cagar Alam di Paser Kembali Terbakar Seluas 5,9 Hektare

Senin, 24/08/2026

Upaya Pemadaman Karhutla di Kawasan CA. (Dok. KSDA).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Hutan Cagar Alam di Paser Kembali Terbakar Seluas 5,9 Hektare

Senin, 24/08/2026

logo

Upaya Pemadaman Karhutla di Kawasan CA. (Dok. KSDA).

Penulis : Dwi Cahyo

KORANKALTIM.COM, TANA PASER- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Paser masih terjadi dan mulai memasuki kawasan Hutan Cagar Alam dengan areal yang kian bertambah.

Sebelumnya seluas 26 hektare lahan cagar alam sudah dilalap api dan pada Minggu (24/8/2026) kemarin kembali terbakar dengan luasan mencapai 5,9 hektare. Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah 11 Teluk Adang Ashar Ramadhona menjelaskan, tim sudah berada di lokasi sejak pagi hari sekira pukul 09.00 WITA sementara lokasi Karhutla berada di Desa Muara Paser.

"Lokasi karhutla dari kantor Resor KSDA mencapai 28 Km dengan waktu perjalanan satu jam," ujar Ashar kepada Korankaltim.com Senin (24/8/2026).

Setibanya di lokasi, Tim bergerak melakukan pemetaan dan mencari lokasi sumber air yang bisa digunakan untuk pelaksanaan pemadaman. Dari hasil pemetaan diketahui jenis tumbuhan terbakar mulai dari semak belukar, pohon nipah, pohon galam dan pohon kayu Laban.

"Lokasi yang terbakar berada dekat dengan jalan poros, tapi tumbuhan yang terbakar merupakan bahan yang mudah menyala, sehingga membuat api semakin cepat menyebar dan ditambah lagi hembusan angin yang cukup kencang," papar Ashar.

Dalam proses pemadaman, KSDA Wilayah 11 Teluk Adang menggunakan drone untuk mencari sumber api dan melakukan pemetaan kebakaran.

"Sumber air utama dimanfaatkan dari sisa air pada parit di pinggir jalan. Untuk menjaga efisiensi pemadaman, Satu orang personel ditugaskan khusus melakukan pemantauan udara menggunakan drone serta patroli roda dua untuk menyisir dan memastikan ketercukupan debit sumber air terdekat," terangnya.

Sebagai langkah antisipasi Karhutla kembali terjadi, KSDA melakukan pemantauan berkala via citra satelit/hotspot dan patroli susulan (ground check/mop-up) untuk mengantisipasi timbulnya titik api baru dari sisa kepulan asap yang sulit dijangkau.

"Kami akan melakukan pemantauan berkala dan kami juga akan meningkatkan koordinasi dengan aparat desa setempat dan stakeholder pemangku jalan poros untuk pencegahan Karhutla di sepanjang jalur Muara Pasir," pungkas Ashar.

Editor: Aspian Nur

Hutan Cagar Alam di Paser Kembali Terbakar Seluas 5,9 Hektare

Senin, 24/08/2026

Upaya Pemadaman Karhutla di Kawasan CA. (Dok. KSDA).

Share

Berita Terkait