Sabtu, 27/06/2026
Sabtu, 27/06/2026
Suasana penyambutan kepulangan 212 jemaah haji asal Kabupaten Berau di Bandara Kalimarau, Sabtu (27/6/2026), diwarnai busana khas beraneka warna yang menjadi ciri rombongan haji saat kembali dari Tanah Suci. (Indri/Korankaltim).
Sabtu, 27/06/2026

Suasana penyambutan kepulangan 212 jemaah haji asal Kabupaten Berau di Bandara Kalimarau, Sabtu (27/6/2026), diwarnai busana khas beraneka warna yang menjadi ciri rombongan haji saat kembali dari Tanah Suci. (Indri/Korankaltim).
Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Sabtu (27/6/2026) siang tadi, suasana di Bandara Kalimarau, Berau, terasa berbeda.
Di tempat itu, ratusan jemaah haji pulang dari Tanah Suci Mekkah dan tak hanya deretan koper dan pelukan hangat yang memenuhi area kedatangan, tetapi juga lautan warna merah, hijau, merah muda dan oranye yang mencolok diantara ratusan orang yang berkumpul.
Warna-warna itu bukan sekadar pilihan busana. Dibaliknya, tersimpan kisah perjalanan spiritual 212 jemaah haji asal Kabupaten Berau yang akhirnya kembali menginjakkan kaki di Bumi Batiwakkal.
Ditengah keramaian, aroma wewangian khas Timur Tengah bercampur dengan suara takbir, isak tangis dan sorak bahagia keluarga yang sejak pagi menunggu keluarga tercinta pulang membawa gelar haji.
Satu per satu jemaah keluar dari pintu kedatangan. Ada yang langsung memeluk anak dan cucunya, ada pula yang tak mampu menyembunyikan air mata ketika bertemu kembali dengan keluarga setelah berpisah selama berminggu-minggu.
Suasana haru itu turut disaksikan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang datang bersama Wakil Bupati Gamalis. Keduanya menyambut langsung para jemaah dengan menyalami satu per satu sebagai bentuk penghormatan atas selesainya pelaksanaan rukun Islam kelima.
Bagi Sri Juniarsih, kepulangan para jemaah bukan sekadar berakhirnya perjalanan ibadah, tetapi juga awal dari tanggung jawab moral di tengah masyarakat.
"Saya berharap bapak dan ibu dapat menjadi pribadi yang lebih tawadhu serta berkontribusi dalam pembinaan akhlak, pembinaan keagamaan, hingga mewujudkan masyarakat yang rabbani," kata Sri.
Gelar haji yang kini disandang para jemaah hendaknya menjadi teladan yang tercermin dalam sikap, perilaku dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dibalik lancarnya proses kepulangan, Sri Juniarsih juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendampingi para jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Berau.
Sri berterima kasih kepada jajaran Kementerian Agama Berau, petugas haji, serta tenaga kesehatan yang memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan baik. "Insya Allah, kebaikan Bapak dan Ibu bernilai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah Swt," tutupnya.
Warna-warni pakaian para jemaah perlahan membaur dengan pelukan keluarga. Namun, yang paling membekas ialah senyum syukur, air mata kebahagiaan dan harapan agar perjalanan ibadah dari Tanah Suci terus hidup dalam keseharian para haji, menjadi cahaya bagi keluarga dan masyarakat Berau.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 27/06/2026
Suasana penyambutan kepulangan 212 jemaah haji asal Kabupaten Berau di Bandara Kalimarau, Sabtu (27/6/2026), diwarnai busana khas beraneka warna yang menjadi ciri rombongan haji saat kembali dari Tanah Suci. (Indri/Korankaltim).
TERPOPULER