Senin, 18/04/2022
Senin, 18/04/2022
Firman Tola (kiri) terpilih sebagai Ketua DPC ALFI/ILFA Balikpapan. Tampak pula Muhammad Natsir Aris (kanan) yang menjadi Sekretaris Jenderal di organisasi pengusaha logistik dan forwarder. (Foto: Dok. ALFI/ILFA)
Senin, 18/04/2022

Firman Tola (kiri) terpilih sebagai Ketua DPC ALFI/ILFA Balikpapan. Tampak pula Muhammad Natsir Aris (kanan) yang menjadi Sekretaris Jenderal di organisasi pengusaha logistik dan forwarder. (Foto: Dok. ALFI/ILFA)
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics Forwarders Association (ALFI/ILFA) Balikpapan telah menggelar musyawarah cabang pada Rabu (13/4/2022) lalu.
Firman Tola terpilih sebagai Ketua Umum dan Muhammad Natsir Aris menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen).
Sebagai ketua, Firman Tola memastikan untuk melanjutkan program kerja yang telah dirancang pengurus sebelumnya, termasuk memperkuat organisasi dan meningkatkan keterampilan seluruh anggota.
"Agar bisa memenangkan persaingan dalam kancah global," kata Firman Tola kepada Korankaltim.com, Senin (18/4/2022) hari ini.
Menurutnya, pengusaha logistik di Balikpapan sudah sangat kompeten walau keterampilan tetap harus ditinhkatkan. "Agar selalu menjadi pemain utama khususnya di daerah sendiri," sebut Firman lagi didampingi Muhammad Natsir Aris.
Bisnis logistik memang tumbuh pesat di kota yang memiliki sebutan Madinatul Iman. Apalagi kota ini memiliki Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan dan Pelabuhan Semayang yang berskala internasional.
Ditambah lagi keberadaan Terminal Peti Kemas Karingau yang dikelola PT Kaltim Karingau Terminal (KKT), anak usaha PT Pelindo (Persero) yang bekerja sama Pemerintah Provinsi Kaltim.
Artinya, semakin memantapkan posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur, selain juga menjadi daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Pemerintah sudah menjadwalkan proyek pembangunan IKN dimulai tahun 2024. Posisi Balikpapan semakin kukuh untuk pintu masuk distribusi barang material dari megaproyek nasional tersebut.
"Prinsipnya kami mengikuti aturan pemerintah tapi kalau ada regulasi yang justru merugikan pelaku usaha itu akan menjadi perhatian kami," lanjutnya.
Dirinya turut menyoroti izin usaha berbasis nasional yang seolah menghilangkan identitas kedaerahan. Padahal pelaku usaha lokal wajib diberi ruang utama karena memiliki peran penting terhadap pertumbuhan di daerahnya.
"Kompetensi pelaku usaha lokal sudah sesuai standar internasional tapi juga perlu ada keberpihakan pemerintah terhadap pengusaha lokal. Harus ada kearifan lokal," tegasnya.
Agar pelaku usaha luar daerah tidak ragu untuk bermitra dengan pengusaha lokal. Mengingat pelaku usaha di daerah juga mampu untuk menjalin sinergi dalam pembangunan.
"Bukan berarti pelaku usaha luar daerah dilarang mengepakkan sayap usaha di sini, tapi dengan kepiawaian pelaku usaha lokal dan kemampuan yang mumpuni, sinergi menjadi langkah paling tepat. Jangan ragu bekerja sama dan menjadikan kami mitra, karena khususnya anggota ALFI/ILFA memiliki kemampuan sesuai standar internasional," papar Natsir.
Untuk diketahui, ALFI/ILFA memiliki 80 anggota aktif dan 200 anggota terdaftar. Sehingga pihaknya bakal melakukan pendataan untuk meningkatkan peran organisasi.
Tak cuma itu, program kerja turut disusun, salah satunya dengan merancang rencana penyesuaian tarif karena dampak sulitnya mendapat pasokan solar.
Penulis: Hendra
Editor: Aspian Nur
Senin, 18/04/2022
Firman Tola (kiri) terpilih sebagai Ketua DPC ALFI/ILFA Balikpapan. Tampak pula Muhammad Natsir Aris (kanan) yang menjadi Sekretaris Jenderal di organisasi pengusaha logistik dan forwarder. (Foto: Dok. ALFI/ILFA)
TERPOPULER