Jumat, 02/01/2026

Target Tak Terpenuhi, Insinerator Samarinda Belum Siap Beroperasi

Jumat, 02/01/2026

Insinerator di Polder Air Hitam yang masih dalam tahap perakitan. (Ayu/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Target Tak Terpenuhi, Insinerator Samarinda Belum Siap Beroperasi

Jumat, 02/01/2026

logo

Insinerator di Polder Air Hitam yang masih dalam tahap perakitan. (Ayu/KoranKaltim.com)

Penulis : Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Hingga 2025 berlalu, tungku pembakaran suhu tinggi untuk mengolah limbah dengan tujuan mengurangi volume dan bahaya limbah atau yang disebut insinerator belum juga beroperasi di Kota Samarinda.  Memasuki awal 2026, sejumlah unit masih berada pada tahap perakitan dan belum siap dijalankan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Muhammad Taufiq Fajar kepada Korankaltim.com Jumat (2/1/2026) hari ini menjelaskan, mundurnya operasional dipicu kendala teknis, terutama terkait pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM).

Hingga kini, rekrutmen operator belum memenuhi kebutuhan setiap unit insinerator. Kondisi tersebut membuat tahapan lanjutan belum dapat dilaksanakan. “Kami sudah membuka rekrutmen, tetapi kuotanya belum terpenuhi. Selama belum lengkap, kami belum bisa masuk ke tahap berikutnya,” ujar Taufiq.

Tahap lanjutan yang dimaksud berupa pelatihan teknis bersama vendor, namun pelatihan tidak dapat dilakukan secara bertahap karena pihak vendor menghendaki seluruh personel terpenuhi terlebih dahulu. “Vendornya dari Bandung dan mereka meminta semua personel lengkap baru pelatihan dilakukan,” sebut Taufiq lagi.

Setelah pelatihan, insinerator juga belum langsung dioperasikan penuh. Uji coba tetap diperlukan untuk memastikan kinerja mesin berjalan optimal sebelum diluncurkan ke publik. “Kami tidak ingin saat peluncuran sudah dipublikasikan luas, tetapi masih muncul masalah teknis,” tambahnya.

Dari total kebutuhan sekitar 72 personel, saat ini baru terpenuhi sekitar 20 orang. Tugas operator tidak hanya mengoperasikan mesin, tetapi juga melakukan pemilahan sampah. “Ada pendaftar yang awalnya mengira hanya mengurus mesin. Setelah mengetahui harus terlibat langsung dalam pemilahan, sebagian memilih mundur. Itu yang membuat rekrutmen cukup sulit,” paparnya.

DLH Samarinda belum menetapkan jadwal uji coba. Penentuan waktu baru akan dilakukan setelah kebutuhan personel terpenuhi dan pelatihan rampung.  DLH Samarinda juga masih menunggu kepastian jadwal pelatihan dari vendor, termasuk kemungkinan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja mengingat risiko operasional mesin.

Untuk progres perakitan, pekerjaan kini telah bergerak hingga wilayah Palaran. Sebelumnya, perakitan dilakukan di kawasan perkotaan seperti Kelurahan Lempake, Jalan Wanyi, Kelurahan Lok Bahu, Polder Air Hitam, dan Bukit Pinang. Saat ini, perakitan berlangsung di Kelurahan Simpang Pasir. “Masih ada tiga lokasi yang belum rampung, yakni Tani Aman dan Baqa, yang saat ini masih dalam proses,” ucap Taufiq.

Selama masa transisi, DLH melibatkan petugas yang telah berpengalaman menangani tempat penampungan sementara untuk bergabung dalam tim insinerator. Langkah ini diambil agar proses awal operasional berjalan lebih optimal. “Tidak semuanya personel baru. Petugas yang sudah terbiasa di lapangan kami libatkan untuk mendukung masa transisi,” pungkasnya.


Editor: Aspian Nur

Target Tak Terpenuhi, Insinerator Samarinda Belum Siap Beroperasi

Jumat, 02/01/2026

Insinerator di Polder Air Hitam yang masih dalam tahap perakitan. (Ayu/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait