Rabu, 12/08/2026
Rabu, 12/08/2026
Kondisi Jembatan Achmad Amins atau Mahkota II yang penerangannya terdampak pencurian kabel lampu tematik. Perbaikan penerangan ditargetkan mulai dikerjakan September 2026. (Foto: Dok.Korankaltim.com)
Rabu, 12/08/2026

Kondisi Jembatan Achmad Amins atau Mahkota II yang penerangannya terdampak pencurian kabel lampu tematik. Perbaikan penerangan ditargetkan mulai dikerjakan September 2026. (Foto: Dok.Korankaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pengendara roda dua maupun roda empat yang melintasi Jembatan Achmad Amins atau Mahkota II dan jadi penghubung antara Kecamatan Palaran dan Kecamatan Sambutan harus merasakan gelap-gelapan hingga akhir bulan ini.
Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan penerangan pada jembatan tersebut mulai dikerjakan September bulan depan. Sebelumnya diketahui sejumlah lampu tematik pada Jembatan Mahkota II tidak berfungsi akibat pencurian kabel.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu menjelaskan, proses perbaikan saat ini memasuki tahap persiapan lelang. Dokumen administrasi tengah dimatangkan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) sebelum paket pekerjaan diumumkan secara publik.
“Anggarannya tersedia, saat ini masih persiapan tahap lelang,” kata Manalu kepada Korankaltim.com Rabu (12/8/2026) hari ini.
Setelah penyusunan dokumen administrasi selesai, proses lelang diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan. Dishub Samarinda menargetkan paket pekerjaan ditayangkan pada Agustus bulan ini agar pengerjaan fisik dapat dimulai per September.
Perbaikan mencakup penggantian komponen penerangan yang rusak maupun hilang akibat pencurian mulai dari instalasi kabel, boks panel hingga unit lampu. Guna mengembalikan fungsi pencahayaan jembatan, dialokasikan anggaran sekitar Rp900 Juta.
Ketersediaan anggaran dipastikan aman, meski proses pengadaan sebelumnya sempat menyesuaikan dengan pergeseran anggaran pada Mei hingga Juni. Seluruh tahapannya tetap wajib dilalui sesuai mekanisme hukum sebelum kontraktor pelaksana bekerja di lapangan. Proses lelang ini merupakan mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk memilih penyedia yang memenuhi kriteria administrasi serta teknis.
Manalu berharap, seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal agar penerangan Jembatan Achmad Amins kembali berfungsi normal sebelum akhir 2026. “Target kami bulan ini sudah tayang lelang,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 12/08/2026
Kondisi Jembatan Achmad Amins atau Mahkota II yang penerangannya terdampak pencurian kabel lampu tematik. Perbaikan penerangan ditargetkan mulai dikerjakan September 2026. (Foto: Dok.Korankaltim.com)
TERPOPULER