Senin, 06/09/2021

Setiawati, Mendongeng dengan Misi Kearifan Lokal Lewat Boneka

Senin, 06/09/2021

Setiawati (kiri) saat berbincang di Korkal Siniar bersama Produser Rusdi akhir pekan lalu. (Foto: istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Setiawati, Mendongeng dengan Misi Kearifan Lokal Lewat Boneka

Senin, 06/09/2021

logo

Setiawati (kiri) saat berbincang di Korkal Siniar bersama Produser Rusdi akhir pekan lalu. (Foto: istimewa)

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Tak semua orang punya kemampuan untuk mendongeng, karena diperlukan tata bahasa yang baik, kosa kata yang tak sedikit dan tentu saja mental serta rasa percaya diri yang besar.

Di era digitalisasi saat ini, mendongeng jadi sebuah profesi yang sulit ditemukan. Anak-anak lebih senang bermain dengan gadget daripada mendengarkan cerita yang mungkin membuat mereka merasa bosan.

Diantara sedikit pendongeng yang ada di Samarinda, Setiawati namanya nyemplung di dunia dongeng sejak tahun 2012 atau sembilan tahun silam.

“Saya berprofesi sebagai guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sejak tahun 1998, lalu diminta Patmi Yati kakak saya, untuk ikut lomba  dongeng tahun 2012 di Porseni IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia) se-Samarinda. Alhamdulillah saya juara ketiga. Walau tidak juara satu tapi saya merasa luar biasa karena bisa juara padahal baru pertama kali ikut lomba. Ada kepuasan tersendiri. Sejak itu saya selalu ikut lomba mendongeng dan Alhamdulillah dari puluhan lomba yang saya ikuti hanya sekali saya tidak juara. Ternyata mendongeng membuat saya merasa nyaman apalagi kalau mereka yang mendengar terutama anak-anak terlihat antusias,” papar Wati saat berbincang di Korkal Siniar akhir pekan lalu.

Meski juara dihampir setiap lomba dan hanya sekali gagal, namun penyuka warna pink ini justru merasa termotivasi. Tahun 2014 dirinya rekannya, Fitri, untuk bergabung di Kampung Dongeng Etam Kaltim.

“Kami mendongeng ke mana saja sampai ke rumah sakit. Kami berharap anak-anak bisa lebih pintar dan cerdas lewat dongeng bukan lewat gadget yang selama ini mereka kenal,” paparnya.

Wati menegaskan dirinya ingin selalu membuat anak-anak senang dan bahagia lewat dongeng yang disampaikannya. “Saya juga ingin menebar energi positif dari apa yang saya sampaikan kepada mereka,” sebut alumni SMKN 1 Samarinda ini.

Meski diakuinya kemampuan mendongeng hanya otodidak, namun sejatinya profesi ini ada pendidikan atau ilmu yang harus dipelajari. “Kalau saya mendongeng dari praktek baru teori, jadi belajar untuk terus mengembangkan dongeng dari apa yang saya sampaikan. Terus terang kalau ditekuni dunia dongeng ini bisa jadi profesi yang menjanjikan, misalnya sampai membuat buku dongeng untuk dijual,” ucap Wati lagi.

Diakuinya, saat ini banyak buku cerita untuk anak-anak tapi tidak memuat kearifan lokal, lebih bertemakan cerita dari luar. Karena itu Wati menekankan dalam setiap dongeng yang disampaikannya memuat kearifan lokal itu, diantaranya dengan membawa boneka Tatan (Orangutan), Enggi (Burung Enggang) dan Uut (Pesut).  

“Saya sudah pernah road show se-Samarinda dan se-Kaltim untuk mengenalkan dongeng dengan kearifan lokal ini agar anak-anak lebih mengenal budaya sendiri, mengenal hewan asli dari daerah mereka daripada dari daerah lain,” tegas bungsu dari tiga bersaudara ini.

Dongeng sejatinya bisa dipraktekkan dimana saja terutama oleh orangtua kepada anak-anaknya di rumah. Namun menurut Wati harus dipahami jangan sampai dongeng yang disampaikan membuat anak-anak merasa digurui. “Jadikan anak merasa friendly dengan orangtua lewat dongeng,” sebutnya.

Saat ini Wati yang juga sebagai Fasilitator Literasi Kaltim tugas dari Perpustakaan Kaltim yang mana program dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk lebih mengembangkan literasi perpustakaan-perpustakaan  hingga ke pelosok desa.

Editor: Aspian Nur

Tonton videonya: 



Setiawati, Mendongeng dengan Misi Kearifan Lokal Lewat Boneka

Senin, 06/09/2021

Setiawati (kiri) saat berbincang di Korkal Siniar bersama Produser Rusdi akhir pekan lalu. (Foto: istimewa)

Share

Berita Terkait