Senin, 31/08/2026

Hendak Lepas Umbul-Umbul, Pemuda 24 Tahun Ditemukan Tergantung Meregang Nyawa di Gapura Kelurahan Sungai Keledang

Senin, 31/08/2026

Tim Inafis Polresta Samarinda saat melakukan olah TKP awal di lokasi kejadian. (Foto: Dok.Humas Polresta Samarinda)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Hendak Lepas Umbul-Umbul, Pemuda 24 Tahun Ditemukan Tergantung Meregang Nyawa di Gapura Kelurahan Sungai Keledang

Senin, 31/08/2026

logo

Tim Inafis Polresta Samarinda saat melakukan olah TKP awal di lokasi kejadian. (Foto: Dok.Humas Polresta Samarinda)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pekerjaan sederhana untuk menurunkan bendera dan umbul-umbul di sebuah gapura Jalan Hasan Basri Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda berujung duka. 

Seorang pemuda bernama Muhammad Jahwari Febriyanto berusia 24 tahun ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah tubuhnya tersangkut di besi gerbang Senin (31/8/2026) pagi tadi.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.45 WITA. Sehari sebelumnya Jahwari diminta Ketua RT 9 Sungai Keledang Rosimah Susanti untuk membantu melepas sejumlah bendera dan umbul-umbul yang masih terpasang di bagian atas gapura.

Permintaan tersebut juga disampaikan kepada teman Jahwari bernama Dika. Pagi tadi pemuda itu sempat mengirim pesan melalui WhatsApp kepada Rosimah untuk memberitahukan pekerjaan tersebut akan segera dilakukan. Namun tak berselang lama suasana di sekitar lokasi mendadak berubah ketika terdengar teriakan meminta pertolongan. Warga kemudian berhamburan menuju gapura dan mendapati Jahwari dalam posisi kepala mengarah ke bawah, sementara kedua kakinya tersangkut pada rangka besi.

Mar, pedagang kue yang berjualan tepat di seberang lokasi mengaku baru mengetahui kejadian setelah warga mulai berkumpul. “Waktu awal saya tidak lihat. Saya tahu setelah dengar orang ramai dan datang ke lokasi,” ujar Mar.

Saat ditemukan Jahwari dalam keadaan lemas dan tidak memberikan respons. Mar memperkirakan pemuda itu sudah berada dalam posisi tersebut sekitar 15 menit. Warga juga melihat adanya cairan yang keluar dari tubuh korban. Kondisi itu sempat memunculkan dugaan korban mengalami sengatan listrik karena ada sejumlah kabel di sekitar gapura. Keterangan saksi lain juga menyebut Jawhari diduga sempat tersengat ketika mencoba melepas bendera sebelum terjatuh dan tubuhnya tersangkut.

“Warga langsung membantu mengevakuasi dari gapura. Setelah itu sekitar pukul 08.14 WITA dia dibawa menggunakan ambulans relawan ke RS Mulya Medika untuk mendapat pertolongan,” tambah Mar.

Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Dokter jaga RS Mulya Medika dr R Henki W menyatakan Jawhari telah meninggal dunia saat menjalani pemeriksaan awal. Pemeriksaan luar menemukan luka gores pada siku kiri yang diduga akibat terjatuh serta benjolan di bagian belakang kepala yang diduga berasal dari benturan.

“Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda akibat sengatan listrik maupun kekerasan fisik,” terang dokter kepada polisi.

Dokter menduga Jawhari sempat kehilangan kesadaran akibat saluran pernapasan yang tertutup lidah. Meski demikian penyebab pasti kematian masih mengacu pada pemeriksaan awal.

Piket Pamapta III Polresta Samarinda yang dipimpin Ipda Sofian Adi Cahyono kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Dari hasil pemeriksaan awal, belum ditemukan indikasi almarhum meninggal akibat sengatan listrik. Untuk penyebab pasti kematiannya masih kami dalami, termasuk dari keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan medis,” kata Sofian.

Editor: Aspian Nur

Hendak Lepas Umbul-Umbul, Pemuda 24 Tahun Ditemukan Tergantung Meregang Nyawa di Gapura Kelurahan Sungai Keledang

Senin, 31/08/2026

Tim Inafis Polresta Samarinda saat melakukan olah TKP awal di lokasi kejadian. (Foto: Dok.Humas Polresta Samarinda)

Share

Berita Terkait