Minggu, 05/04/2026

PAMA Safe School Pendidikan Budaya K3LH dan Karakter Siswa di Sekolah Binaan

Minggu, 05/04/2026

PAMA Safe School pembentukan budaya K3LH sejak dini. Tercatat 1897 penerima manfaat hingga periode 2026.

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

PAMA Safe School Pendidikan Budaya K3LH dan Karakter Siswa di Sekolah Binaan

Minggu, 05/04/2026

logo

PAMA Safe School pembentukan budaya K3LH sejak dini. Tercatat 1897 penerima manfaat hingga periode 2026.

Menyiapkan generasi emas Indonesia tidak cukup hanya dengan meningkatkan prestasi akademik. Pondasi berupa karakter yang kuat juga dibutuhkan, diantaranya melalui penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) di sekolah.

Adalah program Safe School yang merupakan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pamapersada Nusantara Group yang menekankan penanaman budaya K3LH sejak dini tersebut.

Program ini menjadi langkah konkret melalui kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan untuk menjawab tantangan tersebut.

Agung Dwi Ananto Jati, Dept Head CSR PT Pamapersada Nusantara Site KPC Coal Mining Project menjelaskan, program ini berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Kutai Timur (Kutim).

Pendekatan yang diterapkan bersifat menyeluruh, meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitas sekolah, kesiapan kerja siswa hingga pembentukan karakter berbasis K3LH.

Keselamatan dan kesehatan kerja di sekolah disebutnya sama pentingnya dengan di tempat kerja lainnya. "Sekolah memiliki karakter K3 yang baik dapat menginspirasi sekolah dan tenaga pendidik lain untk mencapai hasil serupa," kata Agung.

PT Pamapersada Nusantara bertekad untuk membentuk karakter K3LH di sekolah binaan jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui program pengajaran ekstrakurikuler.

Program Pendidikan, Peningkatan Keterampilan & Kursus

PT Pamapersada memiliki sebanyak 38 sekolah binaan. Program pelatihan guru penerima manfaat sebanyak 117 orang dan 611 siswa. Pama Safe school program melibatkan empat sekolah yakni, SMK Negeri 1 Sangatta Utara, SMK Negeri 2 Sangatta Utara, SMK Muhammadiyah dan SMK Negeri 1 Bengalon. "Jumlah penerima manfaat program tersebut mencapai 1897 siswa," jelas Agung.

Selain itu mereka juga menyiapkan program Bursa Kerja Khusus (BKK) center sebanyak 2302 penerima manfaat dari empat tersebut.

Program ini tidak sekadar menghadirkan sosialisasi, tetapi membangun ekosistem pembelajaran yang komprehensif. Mulai dari edukasi dunia pertambangan, pelatihan keselamatan seperti Basic Life Support (BLS), hingga pembentukan komite sekolah K3LH, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan, kesehatan dan kepedulian lingkungan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa budaya K3LH bukan sekadar teori, melainkan praktik nyata yang harus menjadi kebiasaan.

Lebih jauh, integrasi kurikulum sekolah dengan standar industri menjadi nilai tambah yang strategis. Siswa tidak hanya memahami konsep keselamatan kerja, tetapi juga dipersiapkan menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri yang menuntut tenaga kerja tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab dan kesadaran terhadap risiko.

Program Safe School juga mendorong perubahan pola pikir (mindset) siswa di Sekolah. Keselamatan tidak lagi dipandang sebagai kewajiban formal, melainkan sebagai kebutuhan bersama. Begitu pula dengan aspek lingkungan hidup, di mana siswa didorong untuk memiliki perilaku peduli dan berkelanjutan sejak dini.

Dengan jangkauan yang melibatkan berbagai sekolah dan ratusan siswa, program ini telah menunjukkan dampak nyata dalam membangun budaya K3LH secara bertahap. Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia usaha dan dunia pendidikan mampu menciptakan perubahan yang signifikan.

Pada akhirnya, menyiapkan generasi emas bukan hanya tentang mencetak individu cerdas, tetapi juga generasi yang sadar akan keselamatan, sehat dan peduli lingkungan. Transformasi budaya K3LH melalui program Safe School merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Ditengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, isu keselamatan dan kenyamanan lingkungan sekolah kian menjadi perhatian serius. Sekolah bukan sekadar ruang belajar, melainkan juga tempat tumbuh dan berkembangnya karakter generasi masa depan. Namun, berbagai tantangan seperti perundungan, kekerasan, hingga minimnya kesadaran akan keselamatan masih menjadi bayang-bayang yang mengancam ekosistem pendidikan.

Dalam konteks inilah, program Safe School yang diinisiasi oleh PAMA Group hadir sebagai upaya konkret untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh warga sekolah. Program ini tidak hanya menekankan aspek fisik keselamatan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan dan kesejahteraan peserta didik.

Melalui pendekatan yang melibatkan berbagai pihak mulai dari tenaga pendidik, siswa hingga masyarakat sekitar, Safe School menjadi lebih dari sekadar program, menjelma sebagai gerakan bersama untuk memastikan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman untuk belajar dan bertumbuh.

Pendekatan inilah yang menarik untuk dikaji lebih dalam, terutama dalam melihat sejauh mana dampaknya terhadap perubahan budaya di lingkungan pendidikan.

Keterlibatan pihak sekolah menjadi kunci utama dalam keberhasilan implementasi program Safe School yang berfokus pada transformasi budaya K3LH. Tidak hanya sebagai peserta, sekolah berperan aktif dalam mengintegrasikan nilai-nilai keselamatan ke dalam aktivitas belajar mengajar, sekaligus membangun kesadaran kolektif di lingkungan pendidikan.

Sejumlah sekolah di Kutim menunjukkan komitmennya dengan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pelatihan dasar keselamatan, sosialisasi budaya kerja hingga pembentukan komite K3LH di tingkat sekolah. Keterlibatan ini juga diperkuat oleh peran guru sebagai garda terdepan dalam mentransfer pengetahuan dan membentuk karakter siswa.

Rudi Hartono seorang guru di SMK N 2 Sangatta Utara menyampaikan, program ini memberikan perspektif baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membangun budaya disiplin dan keselamatan sejak dini.

“Program ini sangat membantu kami dalam menanamkan budaya keselamatan kepada siswa," jelasnya.

Program PAMA Safe School tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung yang membuat mereka lebih memahami pentingnya K3LH dalam kehidupan sehari-hari.

Dirinya termasuk salah satu guru penerima manfaat yang mengikuti pelatihan mengaku mendapatkan banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan kapasitas diri sebagai pendidik.

“Kami sebagai guru jadi lebih paham bagaimana mengintegrasikan materi keselamatan ke dalam pembelajaran," ungkapnya.

Hal itu penting kata dia, agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran akan risiko dan keselamatan.

Pendekatan yang digunakan dalam program Safe School dinilai lebih menarik dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah. Metode pelatihannya interaktif, ada simulasi dan praktik langsung.

"Ini membuat siswa lebih antusias dan cepat memahami materi yang disampaikan,” kata dia.

Dengan keterlibatan aktif sekolah dan guru, program Safe School diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan budaya K3LH yang kuat. (*)

PAMA Safe School Pendidikan Budaya K3LH dan Karakter Siswa di Sekolah Binaan

Minggu, 05/04/2026

PAMA Safe School pembentukan budaya K3LH sejak dini. Tercatat 1897 penerima manfaat hingga periode 2026.

Share

Berita Terkait