Rabu, 04/06/2025
Rabu, 04/06/2025
Rabu, 04/06/2025

Oleh: Subur Priono
(Staf Humas Setkab PPU)
KORANKALTIM.COM - Cita-cita besar Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor untuk memajukan dunia pendidikan di Benua Taka patut mendapat apresiasi. Salah satunya adalah keinginannya untuk mewujudkan PPU sebagai pusat pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Keinginan ini bukan tanpa alasan yang jelas. Menurutnya, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di sebagian wilayah kabupaten muda di Kaltim ini menuntut putra-putri daerah memiliki kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan kompeten agar tidak tertinggal seiring dengan kemajuan IKN nantinya.
Potensi geografis, dukungan kebijakan nasional dan posisi sebagai daerah penyangga IKN menjadikan PPU sebagai kandidat ideal untuk menjadi pusat pendidikan unggulan di Kaltim.
Alasan lainnya, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU ini pernah menyampaikan bahwa dirinya melihat tingkat pendidikan di kabupaten keenam di Kaltim ini masih tergolong rendah.
Bahkan data statistik menunjukkan bahwa 40 persen masyarakat PPU hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat sekolah dasar (SD). Banyak di antara mereka yang setelah lulus SD lebih memilih bekerja membantu orang tua daripada melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Salah satu buktinya, data menunjukkan adanya ketimpangan jumlah satuan pendidikan antara jenjang SD, sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten PPU. Tercatat, terdapat lebih dari 100 gedung SD, 40 gedung SLTP, dan hanya 20 gedung SMA.
Jumlah ini menunjukkan bahwa dari 100 gedung SD, hanya sekitar 40 yang berlanjut ke jenjang SLTP, dan kemudian mengerucut menjadi hanya 20 gedung SMA. Artinya, dari jenjang ke jenjang, jumlah satuan pendidikan menurun hingga 50 persen.
Hal ini menjadi salah satu keprihatinan Bupati PPU, Mudyat Noor yang baru memimpin selama kurang lebih 100 hari kerja. Ia pun menegaskan kembali keinginannya untuk menjadikan PPU sebagai pusat pendidikan di Kaltim.
Salah satu indikator kemajuan pendidikan di PPU saat ini adalah mulai berdirinya sejumlah universitas di wilayah ini. Salah satunya adalah Universitas Gunadarma yang berlokasi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam.
Mahasiswa universitas ini telah mencapai 700 orang dengan delapan program studi (prodi) unggulan yang ditawarkan. Mayoritas mahasiswa berasal dari PPU, disusul dari Paser, Balikpapan, Samarinda dan wilayah lainnya di Kaltim.
“Kami bercita-cita ingin menjadikan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai pusat pendidikan di Kalimantan Timur,” kata Mudyat Noor dalam peresmian Gedung II Universitas Gunadarma belum lama ini.
Namun demikian, menjadikan PPU sebagai pusat pendidikan bukanlah pekerjaan instan. Diperlukan komitmen yang kuat, kolaborasi antarpihak, dan strategi pembangunan yang menyeluruh. Pendidikan adalah fondasi dari pembangunan berkelanjutan. Daerah yang unggul dalam pendidikan akan melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan global serta mampu mengelola sumber daya daerah secara berkelanjutan.
Langkah awal yang krusial adalah pembangunan dan penguatan infrastruktur pendidikan. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa setiap anak di PPU memiliki akses terhadap fasilitas pendidikan yang memadai, mulai dari ruang kelas yang nyaman, laboratorium yang lengkap, hingga akses internet yang mendukung pembelajaran digital.
Tak kalah penting adalah peningkatan kualitas SDM, khususnya guru dan tenaga pendidik. Pelatihan berkelanjutan, kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi, serta peningkatan kesejahteraan guru akan menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan produktif. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi agen perubahan di tengah masyarakat.
Selain itu, PPU dapat menjadi pionir pendidikan vokasi berbasis kebutuhan lokal. Pendidikan yang relevan dengan potensi daerah seperti teknologi hijau, pertanian modern, dan pariwisata akan menjawab kebutuhan tenaga kerja masa depan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Bukan hanya itu, regulasi yang mendorong investasi pendidikan baik dari sektor swasta maupun kerja sama internasional perlu diupayakan secara serius. Bayangkan jika PPU memiliki kampus-kampus unggulan, pusat riset modern, sekolah internasional, dan pusat pelatihan vokasi terintegrasi. Ini bukan sekadar mimpi, melainkan visi yang sangat mungkin dicapai dengan kerja bersama.
Sudah saatnya PPU tidak hanya dikenal sebagai penyangga IKN, tetapi juga sebagai motor utama peradaban baru di Kalimantan Timur melalui pendidikan. Mari kita wujudkan PPU sebagai pusat pendidikan yang maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Karena pendidikan bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan. (*)
Rabu, 04/06/2025
TERPOPULER