Rabu, 29/01/2025

IKN, Asa Besar yang Kini Nyata

Rabu, 29/01/2025

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

IKN, Asa Besar yang Kini Nyata

Rabu, 29/01/2025

logo

Oleh: Herman YB Tukan

(Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Samarinda)

PAGI-pagi betul kami bangun tidur. Sengaja saya meminta anak-anak untuk tidur lebih awal pada malam harinya, agar bisa bangun pagi. Bukan untuk ke sekolah. Juga saya yang punya kewajiban, minimal telah berada di kantor sebelum 08.00 WITA. Tetapi karena ada rencana untuk sekadar jalan-jalan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kawasan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kebetulan Selasa (28/1/2025) itu cuti bersama, masih dalam rangkaian Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek.

Setelah melalui persiapan dengan drama panjang anak-anak, kami akhirnya baru berangkat sekitar pukul 11.00 WITA kurang. Lewat tol, kami akhirnya bisa tiba di Samboja sebelum 12.00 WITA. Saya sempat menawarkan untuk beristirahat sejenak di Rest Area Km 38, dengan hitungan masih panjang spare waktu. Kebetulan sesuai pendaftaran online di aplikasi IKNOW, kami masuk di jadwal kunjungan pukul 13.00 WITA. Namun istri dan anak-anak menolak, sehingga kami meneruskan perjalanan melewati simpang Sepaku. 

Perkiraan kami yang kebetulan baru pertama kali berkunjung, lokasi IKN tak jauh dari pintu keluar tol segmen Samboja. Ternyata masih memerlukan waktu tempuh hingga 1,5 jam untuk bisa tiba di Rest Area IKN. Saya yang sudah seperempat abad tinggal di Samarinda namun baru pertama kali melintasi ruas jalan ini sempat bimbang dan mengira salah jalan. Khawatir tersesat, saya sempat menghubungi rekan saya di Samarinda yang kebetulan pernah berkunjung ke sana. Jawaban rekan saya yang memastikan kami tak salah jalan itu membuat saya semakin lega dan terus tancap gas. Setelah beberapa kali bertanya ke sejumlah warga di sepanjang jalan, akhirnya kami tiba di Rest Area IKN sekitar pukul 13.00 WITA lewat.

Ternyata ada banyak pengunjung. Itu terlihat dari sulitnya mencari lahan parkir kendaraan. Kemudian di dalam gedung Rest Area juga hampir penuh semua kursi yang disediakan. Bahkan tak hanya dari Kaltim, tetapi ada juga dari luar provinsi bahkan luar pulau yang datang hanya untuk melihat kemajuan pembangunan di IKN.

Saya langsung bergerak cepat mengambil nomor antrean sembari memperlihatkan barcode tiket yang sudah didapatkan secara gratis melalui aplikasi IKNOW. Kata petugas, semuanya gratis, termasuk untuk parkir kendaraan, hingga bus yang mengantar dan menjemput. 

Saya, istri, dan dua anak kami mendapatkan nomor antrean 555, 556, 557, dan 558. Kata petugas, setelah sampai di antrean 3000, akan kembali lagi ke antrean nomor urut satu. Banyaknya bus listrik yang disediakan, membuat kami tak perlu lama-lama menunggu. Selang sejam kemudian kami dipanggil untuk menaiki bus yang disediakan bersama sejumlah pengunjung lainnya. Bus ber-AC itu melaju dengan tenang, membawa kami menyusuri bangunan megah yang satu ke bangunan lainnya. Hingga akhirnya kami semua diturunkan di salah satu titik, tak jauh dari Istana Garuda.

"Silakan foto dan rekam video sebanyak-banyaknya, dan posting ke sejumlah medsos (media sosial, Red)," kata salah satu petugas.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, kami pun berjalan kaki dari lokasi gedung yang satu ke gedung lainnya. Maklum, paling lambat kami semua sudah harus kembali ke lokasi penjemputan pukul 17.00 WITA, karena bus yang menggunakan baterai itu harus kembali untuk di-charger agar bisa kembali digunakan keesokan harinya.

Rasanya setiap tempat di lokasi itu menarik dan sangat sayang jika tidak diabadikan dan terlewati begtu saja. Ada Istana Garuda, ada gedung Kementerian, Apartemen, Plaza, dan juga hotel. Kemudian sepanjang jalan dipenuhi dengan taman dan tanaman yang membuat lokasi itu terlihat sangat hijau dan asri. Ini sejalan dengan konsep pembangunan IKN, yakni Green City. Kemudian terlihat pula akses jalan yang telah terhubung antara satu dengan yang lain. Begitu pula akses jalan tol, yang kabarnya nanti akan terkoneksi satu sama lain hingga sampai ke Bandar Udara (Bandara).

Banyaknya gedung yang telah terbangun dalam limit waktu singkat itu membuat saya berdecak kagum. Bahkan sekilas seperti sedang berada di sekitar kawasan Sudirman dan Thamrin di Jakarta. Padahal kata petugas, itu baru 30 persen. Bagaimana jadinya nanti jika sudah 100 persen, dan semua bangunan tersebut susah benar-benar digunakan secara efektif 2028 nanti? Jujur saja, lelahnya perjalanan kami, terbayar tunai ketika melihat IKN telah benar-benar nyata dan ada di Kaltim.

Ya, sejak dimulai pembangunannya dan resmi ditetapkan Undang-Undang (UU) IKN pada 2022 lalu, banyk pihak yang merasa pesimis, meski yang optimis juga tak kalah banyak. Namun dengan tekad yang kuat, diiring kemauan besar serta kebijakan anggaran yang berpihak, akhirnya pembangunan bisa berjalan dengan  lancar sampai sekarang. IKN kini benar-benar kota besar yang ramai, meski belum berpenghuni. IKN bukan lagi di hutan seperti kata mereka yang belum pernah berkunjung dan para kaum pesimis. IKN itu harapan besar segenap warga Indonesia dalam satu misi mulia untuk pemerataan pembangunan. IKN dalam hitungan sekejap terus mengalami loncatan kemajuan. Ya, IKN itu ibarat asa besar yang kini nyata di depan mata. (*)

IKN, Asa Besar yang Kini Nyata

Rabu, 29/01/2025

Share

Berita Terkait