Senin, 13/07/2026
Senin, 13/07/2026
Kickboxing, satu diantara cabang olahraga andalan PPU. (dokkorankaltim)
Senin, 13/07/2026

Kickboxing, satu diantara cabang olahraga andalan PPU. (dokkorankaltim)
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Penajam Paser Utara (PPU) mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) VIII/2026 Kalimantan Timur yang akan berlangsung pada 14–27 November mendatang di Kabupaten Paser.
Mengirimkan 48 cabang olahraga (cabor), KONI PPU menargetkan mampu menembus peringkat empat besar pada ajang olahraga multievent tingkat daerah tersebut.
Ketua KONI PPU Arfan mengatakan, target tersebut dinilai realistis melihat peningkatan jumlah cabor dan atlet yang akan diberangkatkan dibandingkan Poprov sebelumnya di Berau. Saat itu, PPU mengirimkan 21 cabor dengan sekitar 300 atlet dan mendapatkan urutan ke delapan.
"Dari 48 cabor yang lolos verifikasi, semuanya berpotensi. Insya Allah kami target minimal masuk empat besar. Semua cabor optimistis, saya yakin bisa mendapatkan medali emas," ujar Arfan.
Sebanyak 48 dari total 62 cabor di PPU dipastikan tampil pada Poprov setelah lolos tahapan verifikasi. Beberapa cabor yang diproyeksikan menjadi andalan peraih medali emas antara lain panahan, kickboxing, tinju, pencak silat, tarung derajat dan muaythai. Meski belum menetapkan target jumlah medali emas secara spesifik, KONI optimistis mampu memenuhi target klasemen.
Untuk mendukung target tersebut, para atlet saat ini menjalani latihan intensif di masing-masing pemusatan latihan. Arfan menjelaskan bahwa kesiapan fisik dan stamina atlet menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus cabor, sementara KONI melakukan pemantauan melalui laporan perkembangan yang disampaikan secara berkala.
"Kesiapan atlet menjadi tanggung jawab masing-masing cabor. KONI menerima laporan perkembangan dari setiap cabang olahraga," tegas Arfan.
Dari sisi jumlah kontingen, KONI PPU memperkirakan akan memberangkatkan sekitar 1.200 orang yang terdiri atas atlet, pelatih, ofisial, manajer, serta panitia pendukung. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 orang merupakan atlet yang telah lolos verifikasi.
"Data atlet sementara hampir 700 orang. Di luar ofisial dan manajer, kalau dijumlahkan semuanya sekitar 1.200 orang termasuk panitia. Tujuh ratusan itu murni atlet, tidak ada cadangan," jelas Arfan.
Terkait pemberangkatan kontingen, KONI PPU menerapkan sistem keberangkatan secara bertahap guna menekan biaya operasional. Pembukaan Poprov dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026, sedangkan kontingen mulai diberangkatkan sekitar 12 atau 13 November, menyesuaikan jadwal pertandingan masing-masing cabor.
"Pembukaan Poprov tanggal 14 November. Paling tidak pemberangkatan dari PPU sekitar tanggal 12 atau 13 November. Kepulangan diperkirakan tanggal 28 atau 29 November setelah penutupan," papar Arfan.
Tidak semua atlet diberangkatkan secara bersamaan. Setiap cabor akan diberangkatkan satu hari sebelum jadwal pertandingan. "Mungkin tanggal 14 pembukaan, lalu tanggal 15 ada pertandingan satu cabor. Dua atau tiga hari kemudian baru cabor lain bertanding. Jadi satu hari sebelum bertanding baru kita kirim supaya tidak memakan biaya besar," jelasnya.
Untuk mendukung program latihan, KONI juga akan memfasilitasi surat dispensasi bagi pelatih yang berstatus guru melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), sehingga proses pembinaan tidak terganggu kewajiban mengajar. Sementara itu, sejumlah cabor masih memanfaatkan fasilitas umum sebagai tempat latihan, meski pemerintah daerah telah menyediakan beberapa sarana seperti Gedung Dome, Graha, dan stadion.
Di sisi lain, kepastian anggaran masih menjadi perhatian KONI PPU. Proposal awal yang diajukan sebesar Rp12 miliar kemudian disesuaikan menjadi sekitar Rp8 miliar setelah dilakukan pembahasan bersama DPRD berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
"Kemarin kita usulkan proposal Rp12 miliar. Setelah dihitung kebutuhan riil bersama Ketua DPRD, angkanya sekitar Rp8 miliar. Saat ini masih menunggu. Ketua DPRD juga akan memfasilitasi rapat dengan pemerintah dan Dispora untuk membahas anggaran Poprov," ungkap Arfan.
KONI PPU berharap pemerintah daerah dapat mengakomodasi kebutuhan anggaran tersebut melalui perubahan APBD sehingga seluruh atlet yang telah lolos verifikasi dapat diberangkatkan tanpa pengurangan kuota.
"Rencana kita semua atlet yang lolos verifikasi harus ikut. Mereka sudah berjuang dan mengeluarkan biaya cukup besar. Mudah-mudahan pemerintah bisa menganggarkan pada perubahan anggaran sehingga semuanya dapat diberangkatkan," tutup Arfan.
Editor : Aspian Nur
Senin, 13/07/2026
Kickboxing, satu diantara cabang olahraga andalan PPU. (dokkorankaltim)
TERPOPULER