Rabu, 17/06/2026

Pengurus KONI Kaltim Dipangkas, Anderiy Utamakan Kinerja dan Kapasitas

Rabu, 17/06/2026

Konferensi pers yang dilakukan kepengurusan baru KONI Kaltim terkait formasi baru. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pengurus KONI Kaltim Dipangkas, Anderiy Utamakan Kinerja dan Kapasitas

Rabu, 17/06/2026

logo

Konferensi pers yang dilakukan kepengurusan baru KONI Kaltim terkait formasi baru. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Penulis: Ainur Rofiah 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim akhirnya merampungkan penyusunan kepengurusan baru setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang. 

Dari sekitar 140 hingga 150 nama yang sempat masuk dalam daftar usulan, hanya sekitar 80 orang yang ditetapkan sebagai pengurus dalam struktur organisasi periode mendatang.

Keputusan tersebut diambil melalui rapat tim formatur dan telah mencapai kesepakatan final. Susunan kepengurusan yang telah disusun itu selanjutnya akan dikirim ke KONI Pusat untuk mendapatkan pengesahan sebelum pelantikan resmi dilakukan.

Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, mengatakan proses pembentukan kepengurusan berjalan lancar tanpa adanya konflik sebagaimana isu yang sempat berkembang di luar forum.

“Hari ini kita sepakati, sudah terbentuk dan insyaAllah hari ini kita kirim ke KONI Pusat. Jadi mengenai cerita kemarin ada ribut atau apa segala macam, sejauh ini tidak ada. Kita baik-baik saja semua, dari awal pun tidak ada masalah,” ujar Anderiy saat konferensi pers di Aubry Sport Center, Jalan Juanda, Samarinda, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, banyaknya nama yang muncul pada tahap awal merupakan bagian dari proses penjaringan aspirasi. Seluruh usulan yang disampaikan berbagai pihak terlebih dahulu diakomodasi sebelum dilakukan evaluasi dan seleksi oleh tim formatur.

Ia menjelaskan pada tahap awal terdapat sekitar 140 hingga 150 nama yang masuk dalam pembahasan. Namun, setelah dilakukan penilaian berdasarkan kebutuhan organisasi dan kemampuan masing-masing individu, jumlah tersebut dipangkas secara signifikan.

“Di awal memang sampai 140 atau 150 orang. Memang betul kita masukkan semua usulan dari kawan-kawan. Nanti di akhir baru kita seleksi semua,” katanya.

Hasil seleksi tersebut menghasilkan struktur organisasi yang lebih ramping dibandingkan kepengurusan periode sebelumnya. 

Anderiy menilai efisiensi organisasi diperlukan agar roda organisasi dapat berjalan lebih efektif dan fokus pada program pembinaan olahraga prestasi.

“InsyaAllah jauh lebih ramping dari yang sebelumnya. Jumlahnya sekitar 80 orang,” ujarnya.

Meski demikian, Anderiy menegaskan pengurangan jumlah pengurus bukan sekadar upaya merampingkan organisasi. Yang menjadi pertimbangan utama adalah kapasitas dan komitmen calon pengurus dalam menjalankan tugas serta mendukung kemajuan olahraga Kaltim.

Karena itu, tim formatur tidak menjadikan kepentingan kelompok maupun keinginan mengakomodasi seluruh pihak sebagai dasar penyusunan kepengurusan.

“Nah, sekarang kita lebih melihat yang mana yang benar-benar bisa mengurus,” tegasnya.

Ia juga membantah adanya praktik pembagian jabatan sebagai bentuk balas jasa atas dukungan yang diberikan selama proses pemilihan Ketua Umum KONI Kaltim. Menurutnya, sejak awal tidak pernah ada kesepakatan politik ataupun janji jabatan kepada pihak tertentu.

“Dari awal juga kita enggak pernah menjanjikan apa pun. Enggak pernah menjanjikan kamu dukung saya, saya kasih kamu ini. Enggak,” katanya.

Anderiy menekankan seluruh keputusan terkait susunan kepengurusan murni merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan tim formatur. Ia memastikan tidak ada intervensi maupun tekanan dari pihak luar dalam menentukan siapa yang masuk dalam struktur organisasi.

“Ini murni semua dari tim formatur. Tidak ada campur tangan dari pihak manapun. Tidak ada tekanan dari kawan-kawan yang lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan posisi pengurus bukanlah jabatan yang bersifat permanen selama masa kepengurusan berlangsung. KONI Kaltim akan menerapkan mekanisme evaluasi berkala guna memastikan setiap pengurus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. Apabila dalam masa evaluasi terdapat pengurus yang dinilai tidak mampu memberikan kontribusi atau mendukung program organisasi, maka tidak menutup kemungkinan dilakukan pergantian.

“Itu pun nanti kita evaluasi. Mungkin dalam waktu tiga bulan mereka tidak bisa perform dengan baik untuk membantu kinerja kita ke depan, mungkin akan kita keluarkan lagi,” tegas Anderiy.

Saat ini, dokumen kepengurusan yang telah disusun tinggal menunggu proses verifikasi dan penerbitan Surat Keputusan (SK) dari KONI Pusat. Setelah pengesahan diterbitkan, KONI Kaltim akan menjadwalkan pelantikan resmi pengurus baru.

“Kita kirim hari ini. Mudah-mudahan bisa dapat jawaban segera untuk penetapan SK-nya. Setelah itu baru pelantikan,” tutupnya.

Editor: Erwin

Pengurus KONI Kaltim Dipangkas, Anderiy Utamakan Kinerja dan Kapasitas

Rabu, 17/06/2026

Konferensi pers yang dilakukan kepengurusan baru KONI Kaltim terkait formasi baru. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait