Selasa, 08/09/2026

Hampir Sebulan Padamkan Karhutla di Muara Badak, Empat Personel Damkar Tumbang

Selasa, 08/09/2026

Dua personel pemadam yang tumbang dan karhutla yang masih berlangsung di Muara Badak. (Dok. Tangkapan Layar/Facebook)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Hampir Sebulan Padamkan Karhutla di Muara Badak, Empat Personel Damkar Tumbang

Selasa, 08/09/2026

logo

Dua personel pemadam yang tumbang dan karhutla yang masih berlangsung di Muara Badak. (Dok. Tangkapan Layar/Facebook)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG -  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menguras fisik petugas pemadam.

Sebanyak empat personel Pemadam Kebakaran (Damkar) dilaporkan tumbang saat berjibaku memadamkan api. Mereka mengalami kelelahan hingga gangguan pernapasan akibat bekerja dalam kondisi medan ekstrem, cuaca panas, serta paparan asap sejak mulai terbakar akhir Agustus 2026 lalu.

Sekretaris Mubasigana, Iwan, mengatakan kondisi terberat terjadi di Dusun Nilam, Desa Saliki. Di lokasi tersebut, tim Damkar Muara Badak harus bekerja keras melokalisasi dua titik api yang terus meluas.

“Ada sekitar dua dari empat personel yang tumbang saat bertugas di lokasi ini. Satu anggota sempat mendapatkan penanganan darurat di tempat dan langsung kembali ke garis depan, sementara satu anggota lainnya terpaksa dilarikan ke Puskesmas Muara Badak Ulu guna mendapatkan perawatan medis yang intensif,” kata Iwan, Selasa (8/9/2026).

Dua personel lainnya sebelumnya mengalami kondisi serupa saat melakukan pemadaman di Desa Tanjung Limau dan kawasan sekitar PT Pokphand.

Di kawasan Bosang, Desa Tanjung Limau, paparan asap pekat juga mulai memengaruhi kondisi petugas gabungan yang terdiri dari Mubasigana, Damkar Marangkayu, dan Tim Pos AL Pangempang Muara Badak.

“Ada anggota tumbang mayoritas mereka mengalami gangguan pernapasan dan tenggorokan akibat asap hingga suara mereka menjadi parau,” ujarnya. 

Demi kelancaran operasional, pasokan logistik air bersih di lokasi ini didukung penuh oleh truk tangki dari PT Petrolog.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kukar, Fida Hurasani, membenarkan kondisi sejumlah personel yang mulai mengalami kelelahan setelah hampir satu bulan berjibaku memadamkan karhutla.

Menurut dia, petugas harus bekerja dari siang hingga malam dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut membuat stamina sebagian personel menurun.

“Mereka sudah main hampir satu bulan tanpa henti. Makanya kita kontrol dan monitor terus dari Mako terkait kebutuhan operasional hingga kesehatan mereka. Kemarin saat saya cek ke Muara Badak, saya lihat ada tiga orang termasuk komandan lapangan (korlapos) yang kena (sakit) juga,” ujar Fida Hurasani.

Guna memperkuat barisan dan memberikan waktu istirahat, Fida langsung mengirimkan satu regu bantuan berisi 12 personel dari Mako Disdamkar yang sebelumnya baru saja bertugas di Muara Muntai. Terkait penanganan medis, seluruh obat-obatan dan suplemen petugas telah difasilitasi oleh Puskesmas setempat atas instruksi langsung dari Bupati, Sekda, dan Dinas Kesehatan Kukar.

“Alhamdulillah, kondisi mereka saat ini sudah kembali sehat meskipun belum pulih 100 persen. Tetap saya peringatkan untuk tidak melakukan kegiatan lapangan dulu. Mereka stay di Mako saja untuk membantu persiapan logistik,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain faktor asap, kelelahan fisik menjadi pemicu utama karena petugas harus berjalan kaki menembus tanjakan, turunan, hingga masuk ke dalam rawa gambut yang dalam.

Di tengah situasi darurat ini, sinergi taktis antara Satlakar Badak Baru dan tim ERT PHSS membuahkan hasil memadamkan total kebakaran lahan di wilayah RT 25 Desa Badak Baru.

Kendati demikian, hingga kini, ratusan petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, relawan, Palang Merah Indonesia (PMI), dan pihak swasta dilaporkan masih bertahan di sejumlah titik api, termasuk di sepanjang jalan poros, untuk melakukan proses pemadaman dan pendinginan lahan.

“Kami mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Muara Badak untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari segala aktivitas yang dapat memicu munculnya titik kebakaran baru,” tutupnya.

Editor: Erwin

Hampir Sebulan Padamkan Karhutla di Muara Badak, Empat Personel Damkar Tumbang

Selasa, 08/09/2026

Dua personel pemadam yang tumbang dan karhutla yang masih berlangsung di Muara Badak. (Dok. Tangkapan Layar/Facebook)

Share

Berita Terkait