Minggu, 06/09/2026
Minggu, 06/09/2026
Kondisi tanah di Jalan Oloy, Kecamatan Muara Muntai yang amblas akibat longsor. (Foto: Dok.Pemcam Muara Muntai)
Minggu, 06/09/2026

Kondisi tanah di Jalan Oloy, Kecamatan Muara Muntai yang amblas akibat longsor. (Foto: Dok.Pemcam Muara Muntai)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Potensi terputusnya akses transportasi utama kian membayangi warga Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kondisi Jalan Oloy yang terus mengalami penurunan tanah sedalam satu meter dikhawatirkan akan semakin parah dan memicu longsor susulan, terutama jika wilayah tersebut kembali diguyur hujan lebat.
Kepala Desa Kayu Batu, Andri Sofyiandani, mengungkapkan, pergerakan tanah ini mulai dirasakan sejak Kamis (3/9/2026) lalu. Lokasi penurunan tanah yang baru ini berada sekitar 150 meter dari titik longsor sebelumnya.
“Pertama hanya retakan kemudian tanah bergeser, setelah dua hari ini sudah ada pergerakan intens. Sampai sabtu malam dan pagi, tanah sudah turun satu meter,” ungkap Andri, Minggu (6/9/2026).
Penurunan tanah yang cukup signifikan ini bahkan telah merusak bagian badan jalan yang sudah dicor beton. Ia menilai, area tanah yang bergerak telah mencapai 50 meter dan memiliki skala yang lebih besar dibandingkan dengan titik longsor sebelumnya.
Sementara itu, Camat Muara Muntai, Mulyadi, mengkhawatirkan hujan lebat akan mempercepat pergeseran struktur tanah dan melumpuhkan total urat nadi aktivitas masyarakat setempat.
“Kalau hujan jalan itu akan kembali turun. Karena, pergerakan tanah dapat mematahkan jalan itu,” ujarnya Mulyadi.
Pihak kecamatan menegaskan bahwa langkah koordinasi dengan pemerintah daerah telah dilakukan sejak sepekan lalu melalui surat resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU), dengan tembusan kepada Bupati dan Sekretaris Desa (Sekda) Kukar.
“Tim dari Dinas PU Kukar sudah memantau lokasi di lapangan untuk mengambil titik koordinat dan mengecek kondisi jalan itu,” ungkapnya.
Mulyadi menegaskan perlu ada penelitian teknis lebih lanjut terhadap struktur tanah sebelum menentukan perbaikan jalan tersebut jalan atau dialihkan ke jalur alternatif.
“Dinas PU yang punya kewenangan untuk meneliti tanah di situ. Kami ingi ada penanganan khusus supaya jalan ini tetap layak digunakan masyarakat,” tegasnya.
Upaya mengantisipasi bahaya, pemerintah kecamatan telah menutup lajur jalan yang amblas. Saat ini, sistem satu arah diberlakukan di sisa badan jalan yang masih aman, lengkap dengan pemasangan spanduk peringatan agar pengendara yang melintas tetap waspada.
“Untuk jalur alternatifnya kami gunakan jalur sebelahnya, kendaraan yang melintas bisa bergantian,” tutupnya.
Editor: Erwin
Minggu, 06/09/2026
Kondisi tanah di Jalan Oloy, Kecamatan Muara Muntai yang amblas akibat longsor. (Foto: Dok.Pemcam Muara Muntai)
TERPOPULER