Jumat, 04/09/2026
Jumat, 04/09/2026
Ilustrasi celotehan oknum warga di Sosial Media saat petugas pemadam kebakaran padamkan api karhutla. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Asnhori)
Jumat, 04/09/2026

Ilustrasi celotehan oknum warga di Sosial Media saat petugas pemadam kebakaran padamkan api karhutla. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Asnhori)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Fida Hurasani, memberikan tanggapan menohok terkait celotehan negatif seorang warga di media sosial.
Oknum tersebut viral setelah melayangkan hinaan fisik terhadap petugas damkar yang sedang berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga tersebut kedapatan mengeluhkan bau badan para petugas yang tengah bertaruh nyawa di lokasi kebakaran.
Menyikapi hal itu, pria yang akrab disapa Afe ini merespons dengan tegas dan mengingatkan esensi dari tugas kemanusiaan mereka.
"Petugas kami bertaruh nyawa menembus api dan asap pekat demi keselamatan warga. Tidak ada waktu untuk memikirkan parfum atau penampilan saat situasi darurat," ujar Afe, Jumat (4/9/2026).
Afe menyayangkan sikap segelintir oknum masyarakat yang dinilai minim empati terhadap profesi pemadam kebakaran. Aroma tubuh dan keringat yang keluar merupakan bukti nyata dari perjuangan tanpa batas personel di garis depan. Selama hampir dua bulan terakhir, para petugas terus dikerahkan tanpa henti di bawah terik matahari demi mengendalikan amukan si jago merah.
"Keringat itu adalah simbol perjuangan mereka demi kemanusiaan. Kami tidak meminta dipuji, tetapi setidaknya hargai perjuangan dan pengorbanan personel. Mereka sudah hampir satu bulan di lapangan, semua tenaga dikerahkan untuk membantu masyarakat," tegasnya.
Meski menyayangkan hinaan tersebut, Fida Hurasani tetap berbesar hati menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila kehadiran atau operasional anggotanya di lapangan memicu ketidaknyamanan bagi sebagian warga.
"Saya mewakili kedinasan meminta maaf kalau memang kehadiran kami atau bau asap atau operasional kami mengganggu warga masyarakat. Biar masalah ini tidak terlalu meluas, saya minta maaf. Itu saja," ujar Afe.
Namun dirinya memberikan catatan dan peringatan keras demi keselamatan jajarannya yang saat ini tengah mengalami kelelahan psikis dan fisik yang luar biasa.
"Kami orang lapangan, dihujat itu sudah biasa dari dulu. Tapi saya cuma minta dengan sangat kepada masyarakat, sekesal apa pun, jangan pernah menyentuh fisik anggota saya di lapangan. Apapun kesalahan anak-anak saya, jangan disentuh," tegas Fida.
Di sisi lain, ketegangan antara oknum warga dan petugas dipastikan telah selesai. Kepala Pos Sektor Damkar Kecamatan Sebulu Modern Teddy mengonfirmasi kesalahpahaman tersebut dipicu oleh faktor kekhilafan dan ketegangan sesaat di lokasi kebakaran. Kasus ini telah dimediasi secara langsung oleh Kapolsek Sebulu dan berakhir damai secara kekeluargaan setelah oknum warga tersebut meminta maaf.
"Semuanya sudah klir dan atas arahan Kapolsek tidak ada lagi yang saling mempublikasikan masalah ini di media sosial," ungkap Teddy.
Berkaca dari kebakaran di Sebulu yang sempat berkobar selama tiga hari berturut-turut akibat angin kencang dan cuaca ekstrem, Damkar Matan Kukar meminta masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun.
Masyarakat juga diminta untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak memicu kegaduhan di tengah situasi krisis kemarau panjang.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 04/09/2026
Ilustrasi celotehan oknum warga di Sosial Media saat petugas pemadam kebakaran padamkan api karhutla. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Asnhori)
TERPOPULER