Minggu, 06/09/2026

Maulid Nabi dan Haul Akbar Sultan Kutai di Tenggarong, Jemaah Diingatkan Amanah dalam Jabatan

Minggu, 06/09/2026

Khidmatnya maulid nabi dan haul akbar Sultan Kutai di Makam Kelambu Kuning. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Maulid Nabi dan Haul Akbar Sultan Kutai di Tenggarong, Jemaah Diingatkan Amanah dalam Jabatan

Minggu, 06/09/2026

logo

Khidmatnya maulid nabi dan haul akbar Sultan Kutai di Makam Kelambu Kuning. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Heriansyah 

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Akbar Al Habib Muhammad bin Ali Hasan bin Thoha bin Yahya, Gelar Pangeran Noto Igomo, beserta para Sultan Kutai Kartanegara berlangsung khidmat di kompleks Makam Sultan Kutai Kartanegara, Kelambu Kuning, Tenggarong, Sabtu (5/9/2026).

Sekitar 500 jamaah hadir dalam kegiatan keagamaan tersebut. Sejumlah tokoh turut mengikuti rangkaian acara, di antaranya Wakil Ketua II DPRD Kutai Kartanegara Abdul Rasid, Camat Tenggarong Syukur Eko Budi Santoso, Kasat Binmas Polres Kukar Iptu Eko, Danramil 0906-01 Tenggarong Lettu Inf Sugiyanto, serta Ketua PCNU Kutai Kartanegara KH Muhammad Askin Bahar.

Sejumlah habaib juga hadir, di antaranya Al Habib Abdul Qodir bin Syekh bin Umar Al Hasni, Al Habib Hasanul Abidin bin Muhammad Al Mudhor, Al Habib Hasyim bin Abdullah BSA, Al Habib bin Muhammad bin Mudhor Al Athas, Al Habib Muhammad Shofi bin Hud Al Mudhor, Al Habib Muhammad bin Ali bin Hasan bin Thoha bin Yahya, Al Habib Jindan bin Novel bin Jindan, serta Sayid A.H. Huani Mubarak bin Yahya.

Rangkaian kegiatan diawali pembacaan Maulid Habsy, dilanjutkan arak-arakan dari titik kumpul menuju lokasi kegiatan, ziarah kubro, doa maulid, pembacaan yasin dan tahlil.

Habib Alwi bin Yahya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, jemaah dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengenang jasa dan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sekaligus memperdalam ilmu agama dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.

“Semoga semua ini mendapat keberkahan dari Allah dan kita bersama-sama menyaksikan ceramah yang dapat menambah wawasan ilmu kita semua,” katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Manaqib Al Habib Muhammad bin Ali bin Thoha bin Yahya serta tausiah yang disampaikan Guru Afwan.

Dalam tausiyahnya, Guru Afwan mengingatkan jemaah agar menjauhi sifat iri, dengki dan hasud. Menurutnya, sifat tersebut dapat merusak kehidupan seseorang karena mendorong manusia menginginkan hak dan kenikmatan yang dimiliki orang lain.

Ia juga menekankan pentingnya ilmu, hikmah, harta dan kekuasaan yang digunakan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Menurut Guru Afwan, ilmu maupun kekuasaan merupakan amanah dan pemberian dari Allah SWT. Karena itu, ukuran kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh tinggi atau rendahnya jabatan yang dimiliki.

“Yang punya tahta bukan berarti mulia di mata Allah, dan yang tidak punya tahta bukan berarti hina di mata Allah,” pesannya.

Ia menegaskan, seseorang yang mendapatkan kekuasaan harus menjalankan amanah tersebut sesuai aturan Allah SWT. Jabatan, kata dia, seharusnya menjadi sarana untuk menghadirkan kebaikan dan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar kebanggaan pribadi.

Guru Afwan juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin akan mempertanggungjawabkan amanahnya. Semakin besar jabatan yang diemban, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan.

“Apapun jabatan yang diamanahkan Allah, patutlah kita syukuri dan jalankan agar bisa memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat,” tuturnya.

Ia kemudian mengajak jamaah meneladani kepemimpinan para sahabat Nabi Muhammad SAW, salah satunya Umar bin Khattab yang dikenal dengan ketegasannya dalam menegakkan keadilan.

Guru Afwan juga mengimbau masyarakat yang memiliki keterbatasan wawasan dalam persoalan agama agar tidak ragu meminta nasihat kepada ulama dan ahli agama, khususnya dalam menentukan perkara halal dan haram.

Menurutnya, kualitas seorang pemimpin juga tidak terlepas dari kondisi masyarakat yang dipimpinnya. Karena itu, masyarakat pun harus membangun karakter yang baik, tidak serakah, serta senantiasa menjalankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Setinggi-tingginya jabatan kita, kalau tidak bisa memberi manfaat, semuanya akan sia-sia. Bahkan orang yang memiliki jabatan tinggi namun tidak bermanfaat bagi masyarakat akan menghadapi hisab yang berat di akhirat,” tuturnya.

Editor: Erwin

Maulid Nabi dan Haul Akbar Sultan Kutai di Tenggarong, Jemaah Diingatkan Amanah dalam Jabatan

Minggu, 06/09/2026

Khidmatnya maulid nabi dan haul akbar Sultan Kutai di Makam Kelambu Kuning. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait