Selasa, 12/09/2023
Selasa, 12/09/2023
Tangkapan layar yang menunjukkan sejumlah fasilitas di Pulau Kumala yang terbengkalai (ist)
Selasa, 12/09/2023

Tangkapan layar yang menunjukkan sejumlah fasilitas di Pulau Kumala yang terbengkalai (ist)
Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kecolongan, itulah yang dirasakan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara menyusul beredarnya video di akun YouTube dengan nama channel Bucin TV yang mana di video itu si pembuat konten mengeksplore atau mengungkap kondisi Pulau Kumala, Tenggarong.
Konten creator mengeksplor bangunan terbengkalai Pulau Kumala yang berupa pulau kecil di tengah Sungai Mahakam itu, mulai dari rumah lamin, resort dan sarana prasarana lain yang di-shooting malam hari dan telah diupload 10 September akhir pekan tadi.
Selaku pihak yang berwenang mengelola Pulau Kumala, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kutai Kartanegara Ridha Fatrianta kepada Korankaltim.com Selasa (12/9/2023) pagi ini mengakui mereka kecolongan karena si pembuat konten bisa berkunjung pada malam hari di Pulau Kumala yang seharusnya pada malam hari tidak boleh didatangi oleh pengunjung demi keamanan dan kebaikan bersama.
“Tidak ada izin, memang kami belum tahu juga itu video lama atau apa dan memang kawasan Pulau Kumala perlu direvitalisasi karena faktor usia juga dan kami sudah membahas di internal kami untuk rencana revitaliasi sejumlah bangunan yang ada,” kata Ridha.
Dari hasil postingan konten kreator ini dikhawatirkan bisa berdampak dengan kunjungan wisatawan ke Pulau Kumala. Dispar sudah melakukan rapat intensif terkait persoalan ini karena tentu menjadi pertanyaan kenapa ada orang bisa berkunjung pada malam hari.
“Bisa saja dia lewat akses sungai dan memang kami akui ada kelemahan di sisi keamanan patroli, bisa lewat sungai makanya ketika membahas dengan petugas disitu mungkin kecolongan, mulai sekarang sudah kami tegaskan untuk melakukan patroli di jam-jam tertentu,” tegasnya.
Kalau melihat dari konten yang dibuat dari channel tersebut memang temanya horor, namun tentu harus bijak juga dalam memilih lokasi, karena kan diketahui bersama Pulau Kumala ikon obyek wisata dan ramai pengunjung. “Harus jeli mana yang perlu dibuat konten mana yang tidak dan harus beretika dalam membuat konten setidaknya wajib berizin dengan pengelola,” ucap Ridha.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 12/09/2023
Tangkapan layar yang menunjukkan sejumlah fasilitas di Pulau Kumala yang terbengkalai (ist)
TERPOPULER