Selasa, 16/06/2026
Selasa, 16/06/2026
Kota Samarinda saat diguyur hujan. BPBD Samarinda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan masih terjadi hingga akhir Juni. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)
Selasa, 16/06/2026

Kota Samarinda saat diguyur hujan. BPBD Samarinda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan masih terjadi hingga akhir Juni. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Peringatan mengenai potensi hujan deras selama masa transisi musim terus diwaspadai. Hujan bercurah tinggi memang masih berpeluang terjadi hingga akhir Juni seiring berlangsungnya masa peralihan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda kini memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir dan longsor, diantaranya melalui pemasangan rambu peringatan di beberapa kawasan yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana tersebut.
"Memang benar informasi BMKG masa transisi ini hujan masih berpotensi terjadi sampai akhir Juni dengan curah hujan tinggi," kata Kepala BPBD Samarinda Suwarso.
Masyarakat khususnya yang tinggal di daerah lereng dan tebing rawan longsor, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini saat hujan deras terjadi.
Mereka juga diminta segera mencari titik evakuasi apabila kondisi di sekitar tempat tinggal dinilai membahayakan. “Beberapa daerah sudah dipasangi rambu rawan longsor maupun banjir,” imbuhnya.
Selain mengandalkan kemampuan internal, BPBD Samarinda memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari relawan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, TNI-Polri, hingga kecamatan dan kelurahan.
Sinergi ini dilakukan untuk mempercepat sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan serta mendukung pelaksanaan evakuasi dini apabila hujan berintensitas tinggi mengguyur.
“Yang penting bagaimana warga yang berada di daerah rawan longsor dan banjir dapat melakukan evakuasi lebih awal ketika curah hujan tinggi terjadi,” katanm Suwarso lagi.
Sebagian masyarakat Samarinda disebut telah memahami karakteristik wilayah tempat tinggal mereka yang rawan.
Suwarso meminta warga tetap waspada mengingat potensi hujan lebat masih dapat terjadi selama masa transisi menuju musim kemarau.
"Warga harus tetap mewaspadai kondisi cuaca, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi,” ucapnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda memprakirakan curah hujan di Kota Tepian hingga akhir Juni masih berada pada kategori menengah dengan intensitas 50 hingga 150 milimeter. Sifat hujan juga diprediksi berada di atas normal atau lebih basah dibanding kondisi biasanya.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 16/06/2026
Kota Samarinda saat diguyur hujan. BPBD Samarinda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan masih terjadi hingga akhir Juni. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)
TERPOPULER