Sabtu, 19/09/2026
Sabtu, 19/09/2026
Kondisi Sungai Mahakam di wilayah Mahulu masih mengalami penyusutan debit meski hujan mulai turun di sejumlah kawasan. BPBD Mahulu menyebut hujan yang terjadi belum memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan permukaan air sungai. (Foto: Julika/Koran
Sabtu, 19/09/2026

Kondisi Sungai Mahakam di wilayah Mahulu masih mengalami penyusutan debit meski hujan mulai turun di sejumlah kawasan. BPBD Mahulu menyebut hujan yang terjadi belum memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan permukaan air sungai. (Foto: Julika/Koran
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) belum memberikan dampak signifikan terhadap kenaikan debit Sungai Mahakam.
Kondisi sungai masih relatif rendah meski beberapa kawasan telah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu Agus Darmawan mengatakan, hujan yang terjadi saat ini belum mampu meningkatkan debit air sungai secara signifikan. “Belum ada pengaruh signifikan karena ini kan hasil dari OMC. Belum hujan musim,” kata Agus saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2026).
Wilayah hilir Mahakam masih mengalami kondisi yang cukup kering. Selain itu, intensitas hujan yang terjadi juga belum cukup besar untuk meningkatkan permukaan air sungai. “Daerah hilir ini sangat kering sekali. Hujannya pun intensitasnya hanya sedang-sedang saja, tidak lebat. Kalaupun lebat, waktunya juga sebentar saja,” katanya.
Karena itu, kondisi Sungai Mahakam hingga saat ini masih belum banyak berubah dibandingkan beberapa pekan terakhir.
“Tidak ada pengaruh signifikan bagi Sungai Mahakam. Debit air masih kecil seperti biasa,” sebut Agus. Ditengah kondisi tersebut, BPBD Mahulu kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama selama musim kemarau masih berlangsung. Agus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan, baik membakar sampah, lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Bagi masyarakat yang membuka lahan pertanian, BPBD meminta agar memperhatikan sekat bakar yang telah dibuat serta mengikuti prosedur yang berlaku agar api tidak merembet ke kawasan hutan maupun lahan milik warga lainnya.
“Untuk masyarakat yang melakukan pembakaran ladang, tolong memperhatikan sekat bakar dan imbauan-imbauan yang telah disampaikan BPBD sehingga tidak meluas ke area hutan,” ucap Agus.
Masyarakat juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan aparat kampung maupun BPBD apabila melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Selalu berkoordinasi, jangan tidak berkoordinasi, supaya kita bisa cepat melakukan mitigasi apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tutup Agus
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 19/09/2026
Kondisi Sungai Mahakam di wilayah Mahulu masih mengalami penyusutan debit meski hujan mulai turun di sejumlah kawasan. BPBD Mahulu menyebut hujan yang terjadi belum memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan permukaan air sungai. (Foto: Julika/Koran
TERPOPULER