Kamis, 17/09/2026

Dilanda Kabut Asap Karhutla, Diskan Berau Tiadakan Manutung Jukut, Diganti Pasar Ikan Murah

Kamis, 17/09/2026

Kegiatan Safari GEMARIKAN Pengganti Manutung Jukut dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Berau Tahun 2025 lalu. (Indri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Dilanda Kabut Asap Karhutla, Diskan Berau Tiadakan Manutung Jukut, Diganti Pasar Ikan Murah

Kamis, 17/09/2026

logo

Kegiatan Safari GEMARIKAN Pengganti Manutung Jukut dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Berau Tahun 2025 lalu. (Indri/Korankaltim.com)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau tahun ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga penyesuaian terhadap kondisi lingkungan. Tradisi Manutung Jukut yang selama ini menjadi salah satu agenda dalam perayaan HUT Berau ditiadakan karena Kabupaten Berau masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap. 

Sebagai gantinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) Berau menyiapkan skema kegiatan yang dinilai lebih aman sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, yakni pasar ikan murah. 

Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, mengatakan rencana tersebut diusulkan sebagai pengganti Manutung Jukut yang identik dengan penggunaan api. Dalam kondisi karhutla, aktivitas yang berpotensi memicu titik panas dinilai perlu diminimalkan. “Sebagai gantinya, kami mengusulkan pasar ikan murah di sembilan kecamatan,” ujarnya. 

Rencana pasar ikan murah tersebut akan memperluas kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di empat kecamatan, yakni Sambaliung, Tanjung Redeb, Gunung Tabur, dan Pulau Derawan. Selain pasar ikan murah, Dinas Perikanan juga mendapat arahan untuk menyiapkan pembagian ikan secara gratis kepada masyarakat di kampung-kampung yang masuk kategori rawan pangan maupun membutuhkan bantuan. 

“Untuk banyak ikan yang disalurkan, kami tergantung dari besaran anggaran,” tuturnya. 

Program pembagian ikan gratis itu direncanakan menjangkau seluruh 13 kecamatan di Kabupaten Berau. Dengan demikian, perubahan konsep perayaan tidak sekadar mengganti satu kegiatan dengan kegiatan lain, tetapi diarahkan agar momentum hari jadi tetap memiliki dampak sosial bagi masyarakat. 

Kendati demikian, pelaksanaan program tersebut belum sepenuhnya dipastikan. Dinas Perikanan masih menunggu kepastian anggaran perubahan, termasuk rencana pergeseran nomenklatur kegiatan dari Manutung Jukut menjadi pasar ikan murah. 

“Jadi, semuanya masih bergantung pada persetujuan usulan anggaran dan pergeseran pada perubahan. Kalau disetujui, kegiatan bisa dilaksanakan,” jelasnya. Jumlah ikan yang akan disalurkan melalui pasar murah maupun pembagian gratis nantinya menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia. 

Di tengah kondisi karhutla dan kabut asap, perubahan agenda HUT Berau tersebut menjadi bentuk penyesuaian kegiatan dengan situasi daerah. Perayaan tetap diarahkan untuk mendekatkan manfaat kepada masyarakat tanpa menambah risiko penggunaan api di lapangan. 

Yunda berharap kondisi lingkungan kembali memungkinkan sehingga tradisi Manutung Jukut dapat dilaksanakan pada perayaan hari jadi berikutnya. “Semoga tahun depan Manutung Jukut bisa kita gelar kembali,” pungkasnya.

Dilanda Kabut Asap Karhutla, Diskan Berau Tiadakan Manutung Jukut, Diganti Pasar Ikan Murah

Kamis, 17/09/2026

Kegiatan Safari GEMARIKAN Pengganti Manutung Jukut dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Berau Tahun 2025 lalu. (Indri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait