Kamis, 17/09/2026

Kekeringan Ancam 46 Hektare Sawah di PPU, Tanam Tahap Tiga Dimulai Oktober

Kamis, 17/09/2026

Ilustrasi gagal panen akibat kekeringan. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Kekeringan Ancam 46 Hektare Sawah di PPU, Tanam Tahap Tiga Dimulai Oktober

Kamis, 17/09/2026

logo

Ilustrasi gagal panen akibat kekeringan. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani

KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Ancaman gagal panen akibat kekeringan (puso) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diperkirakan mencapai 46 hektare lahan pertanian. 

Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU, Rozihan, menjelaskan lahan yang terdampak berada di Kecamatan Waru dan Kecamatan Babulu.

Ia mengatakan, dampaknya masih bisa ditangani melalui proses pemeriksaan dan pendataan di lapangan.

“Meski begitu, dampak kekeringan ini tidak terlalu signifikan karena ada proses penanganan resmi melalui berita acara pemeriksaan dari PPL dan BPP,” ujar Rozihan, Kamis (17/9/2026).

Di tengah ancaman kekeringan, Dinas Pertanian PPU tetap mengejar target produksi padi nasional. Setelah menyelesaikan dua siklus tanam, PPU akan memasuki tahap tanam ketiga yang dijadwalkan mulai Oktober.

Untuk tahap ini, luas lahan yang ditargetkan mencapai 3.654 hektare. Hingga Desember, luas tanam ditargetkan bertambah menjadi sekitar 5.000 hektare seiring dengan perkiraan mulai turunnya hujan.

“Target tanam tahap ketiga ini kita mulai pada Oktober dengan luas lahan mencapai 3.654 hektare. Kemudian hingga Desember, target penanaman kita perluas hingga sekitar 5.000 hektare seiring diprediksinya mulai turun hujan,” paparnya.

Selain memperluas lahan tanam, PPU juga mengikuti program pertanian modern dari pemerintah pusat. Program tersebut ditargetkan mampu mendorong produktivitas hingga 10 ton per hektare.

“Melalui dukungan penuh infrastruktur dan sarana dari pemerintah pusat, kami optimistis target hasil panen tersebut dapat tercapai,” tandasnya.

Untuk tanaman hortikultura seperti cabai dan semangka, Distan PPU berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu pasokan air kepada petani. Petani diminta menyiapkan tempat penampungan air.

“Kami berkoordinasi dengan BPBD untuk mendistribusikan air kepada petani hortikultura. Petani cukup menyiapkan tandon atau kolam terpal, lalu air disuplai langsung oleh armada BPBD sesuai kebutuhan penampungan,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Kekeringan Ancam 46 Hektare Sawah di PPU, Tanam Tahap Tiga Dimulai Oktober

Kamis, 17/09/2026

Ilustrasi gagal panen akibat kekeringan. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait