Jumat, 18/09/2026
Jumat, 18/09/2026
Penyaluran bantuan beras bagi masyarakat kurang mampu di Alun-Alun Itho. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Jumat, 18/09/2026

Penyaluran bantuan beras bagi masyarakat kurang mampu di Alun-Alun Itho. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan beras bagi masyarakat kurang mampu. Tahun ini, bantuan tersebut menyasar 19.764 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 183 kampung dan empat kelurahan.
Penyaluran bantuan secara simbolis berlangsung di Alun-Alun Itho, Sendawar, Jumat (18/9/2026) hari ini dengan 100 penerima mendapatkan bantuan secara simbolis.
Kepala Dinas Sosial Kubar Adolfus F Pontus mengatakan, program bantuan beras tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran keluarga.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kurang mampu serta meringankan beban pengeluaran rumah tangga,” ujar Adolfus.
Pemerintah tahun ini menargetkan sekitar 25.000 KK sebagai penerima manfaat. Dari target tersebut, sebanyak 19.764 KK telah terealisasi atau sekitar 79 persen. Masing-masing keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan sebanyak 10 kilogram beras.
Dari total 194 kampung dan kelurahan di Kubar yang terdiri dari 190 kampung dan empat kelurahan, bantuan telah diterima masyarakat di 183 kampung dan empat kelurahan. Masih terdapat tujuh kampung yang belum menerima bantuan karena belum mengajukan usulan penerima manfaat sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Program tersebut bersumber dari APBD Kubar melalui Dinas Sosial dengan alokasi anggaran sekitar Rp6,2 Miliar. Hingga pelaksanaan saat ini, realisasi anggaran tercatat sekitar Rp3,6 Miliar. Sementara itu, hingga 17 September 2026, pendistribusian bantuan telah menjangkau 93 kampung dengan jumlah beras yang disalurkan sekitar 83 ton.
Percepatan distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah kondisi di lapangan. Salah satunya keterbatasan kapasitas gudang untuk menampung beras yang telah tersedia.
Selain itu, kondisi kemarau panjang dan masih adanya masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan juga menjadi pertimbangan dalam mempercepat penyaluran.
“Beras yang telah tersedia langsung kami distribusikan kepada masyarakat dengan harapan dapat sedikit meringankan beban dan memenuhi kebutuhan pangan warga Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya.
Dinas Sosial juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tahun ini, terutama terkait pendataan dan mekanisme penetapan penerima manfaat. Pihaknya telah menyiapkan konsep baru untuk memperbaiki proses pendataan, verifikasi, validasi hingga penetapan penerima bantuan pada pelaksanaan program berikutnya.
Perbaikan tersebut diharapkan membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan dapat mengakomodasi masyarakat yang membutuhkan di seluruh kampung dan kelurahan.
Bantuan beras yang diberikan diharapkan tidak sekadar menjadi angka dalam laporan program pemerintah, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima. Dengan adanya bantuan tersebut, pengeluaran keluarga untuk membeli beras diharapkan dapat berkurang sehingga sebagian dana dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penting lainnya, seperti pendidikan, gizi keluarga, lauk-pauk dan kebutuhan dasar lainnya.
Sementara Bupati Kubar Frederick Edwin mengatakan, penyaluran bantuan beras tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya pangan pokok.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, khususnya kebutuhan pangan pokok,” kata Frederick.
Pemkab Kubar akan terus berupaya melalui berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat agar angka kemiskinan di Kubar dapat terus menurun dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 18/09/2026
Penyaluran bantuan beras bagi masyarakat kurang mampu di Alun-Alun Itho. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER