Jumat, 18/09/2026
Jumat, 18/09/2026
Woodball, satu dari lima cabor mandiri saat tampil di Porprov Paser. (antaranews)
Jumat, 18/09/2026

Woodball, satu dari lima cabor mandiri saat tampil di Porprov Paser. (antaranews)
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Penajam Paser Utara (KONI PPU) harus menyesuaikan persiapan kontingen Porprov yang akan diselenggarakan di Paser pada 14 November 2026. Ketua KONI PPU Arfan menjelaskan, anggaran yang disetujui pemerintah daerah dipangkas dari usulan Rp8 Miliar menjadi Rp5,7 Miliar.
"Memang dari pemerintah ada efisiensi anggaran dan kita memaklumi. Pada saat itu kita mengajukan anggaran sekitar Rp8 Miliar untuk Porprov, namun ternyata pemerintah memberikan anggaran Rp5,7 Miliar," ujar Arfan saat diwawancarai media Korankaltim, Jumat (18/9/2026).
Dengan anggaran yang segitu, KONI PPU akan menyesuaikan program Training Center (TC) dan mengandalkan pembiayaan mandiri pada sejumlah cabang olahraga (Cabor).
"Kemungkinan kekurangan itu kita siasati dari TC-nya yang dikurangi atau ditiadakan. Dari anggaran Rp5,7 Miliar itu, mungkin nanti ada TC untuk seminggu atau satu bulan, nanti kita hitungkan di situ," jelasnya.
Dari 60 cabor yang terdaftar di Kabupaten PPU, sebanyak 48 cabor dipastikan mengikuti Porprov sementara 12 cabor lainnya tidak dapat berpartisipasi karena tidak mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Porprov akibat keterbatasan anggaran pengurus cabor sebelumnya.
Untuk mendukung keberangkatan kontingen, KONI PPU menerapkan skema pembiayaan mandiri pada lima cabor yakni ski air, pentanque, woodball, softball dan barongsai.
"Dari 48 cabor yang mengikuti Porprov di PPU, alhamdulillah sudah siap semua. Ada lima cabor yang menggunakan biaya mandiri," tutur Arfan.
KONI PPU akan mengirimkan 698 atlet untuk berlaga di Porprov. Arfan menyebut sekitar 90 persen atlet merupakan putra-putri daerah PPU.
"Kami 90 persen adalah putra daerah. Mungkin ada sekitar 10 persen dari luar, tapi itu masih di sekitar wilayah Kalimantan Timur seperti Balikpapan dan Samarinda untuk cabor baru yang belum memiliki atlet lokal," sebut Arfan lagi.
Pencairan anggaran perubahan diperkirakan baru terealisasi mendekati pelaksanaan Porprov pada November. Karena itu, panitia besar akan mengupayakan dana talangan untuk membayar uang muka akomodasi dan transportasi.
"Pekan ini kami sudah ke Paser untuk melihat tempat akomodasi, pemondokan, hotel, hingga kendaraannya. Karena ini masuk anggaran perubahan, kemungkinan pencairan di bulan 11, jadi dari panitia besar mencari talangan dulu untuk DP akomodasi dan transportasi," jelasnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, KONI PPU tetap menargetkan hasil positif pada Porprov Kaltim. Ia optimistis target dapat dicapai dengan melihat hasil Babak Kualifikasi (BK) sebelumnya, ketika sejumlah cabor PPU berhasil menjadi juara umum.
"Target kami tetap masuk 3 atau 4 besar insya Allah. Saya optimis bisa, karena melihat hasil Babak Kualifikasi (BK) kemarin banyak cabor kita yang menjadi juara umum," tutup Arfan.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 18/09/2026
Woodball, satu dari lima cabor mandiri saat tampil di Porprov Paser. (antaranews)
TERPOPULER