Minggu, 06/09/2026

ISPU Mahulu Capai 153, Wabup Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Minggu, 06/09/2026

Kabut asap masih menyelimuti kawasan Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, Minggu (6/9/2026). Meski mulai berkurang, masyarakat tetap diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker untuk menghindari paparan asap. (Foto: Julika/Korankaltim

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

ISPU Mahulu Capai 153, Wabup Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Minggu, 06/09/2026

logo

Kabut asap masih menyelimuti kawasan Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, Minggu (6/9/2026). Meski mulai berkurang, masyarakat tetap diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker untuk menghindari paparan asap. (Foto: Julika/Korankaltim

Penulis: Julika Hengin

KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Suhuk mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker di tengah kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.

Imbauan itu disampaikan menyusul data aplikasi ISPUnet di wilayah Kutai Barat (Kubar), kabupaten induk Mahulu, yang mencatat indeks standar pencemaran udara (ISPU) 153 pada Minggu (6/9/2026) pukul 11.00 Wita.

“Imbauan kita untuk masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu, kalau bisa kurangi aktivitas di luar, karena mengingat kabut asap kita masih cukup pekat, terus menggunakan masker,” kata Suhuk.

Menurutnya, pemerintah daerah juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk membagikan masker kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi risiko paparan asap.

Suhuk mengapresiasi keterlibatan Karang Taruna yang sebelumnya telah membagikan masker kepada masyarakat.

“Kita juga instruksikan tadi untuk Dinas Kesehatan untuk membagi masker. Bersyukur dari Karang Taruna sudah membagi masker kemarin. Terima kasih Karang Taruna sudah membantu,” ujarnya.

Selain mengingatkan masyarakat terkait kesehatan, Suhuk meminta warga yang masih melakukan aktivitas berladang dengan cara membakar lahan agar meningkatkan kewaspadaan. Pembakaran harus dilakukan dengan memastikan api tetap terkendali agar tidak merambat ke area lain.

“Bagi masyarakat kita yang berladang, tolong dijaga apinya. Pada saat pembakaran, pastikan bahwa api tetap terkendali,” tegasnya.

Menurut Suhuk, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran lahan meluas, terlebih kondisi kemarau masih berlangsung. Pembakaran yang tidak terkendali berpotensi menambah titik api dan memperburuk kondisi kabut asap.

Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kondisi lingkungan dengan memastikan api saat membuka lahan tidak merambat ke area lain.

Mengingat Kabupaten Mahulu hingga kini belum memiliki alat pemantau kualitas udara yang dapat memberikan data secara langsung, maka berdasarkan data aplikasi ISPUnet untuk di Kubar, yang merupakan kabupaten induk Mahulu, menunjukkan pada Minggu (6/9/2026) pukul 11.00 WITA, indeks standar pencemaran udara (ISPU) tercatat 153 dengan parameter kritis PM2.5.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat. Data tersebut menunjukkan kualitas udara pada tingkat yang dapat merugikan manusia, hewan dan tumbuhan, dengan PM2.5 menjadi polutan dominan.

Pada pengukuran yang sama, PM10 tercatat 80 atau kategori sedang. Sementara parameter lainnya, yakni SO2, CO, O3, NO2 dan HC, berada pada tingkat rendah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran kualitas udara di wilayah sekitar Mahulu yang masih perlu diwaspadai, terutama karena PM2.5 merupakan partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Suhuk berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga kabut asap terus berkurang dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Editor: Erwin

ISPU Mahulu Capai 153, Wabup Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Minggu, 06/09/2026

Kabut asap masih menyelimuti kawasan Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, Minggu (6/9/2026). Meski mulai berkurang, masyarakat tetap diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker untuk menghindari paparan asap. (Foto: Julika/Korankaltim

Share

Berita Terkait