Rabu, 03/02/2021
Rabu, 03/02/2021
Deretan tongkang yang mengangkut batubara Kaltim di Sungai Mahakam (permata/korankaltimcom)
Rabu, 03/02/2021

Deretan tongkang yang mengangkut batubara Kaltim di Sungai Mahakam (permata/korankaltimcom)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis 10 provinsi terkaya di Indonesia dimana Kalimantan Timur berhasil menduduki posisi kedua dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi setelah DKI Jakarta.
Namun menurut pengamat ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), Aji Sofyan Efendi, hasil tersebut tak sepenuhnya menggembirakan.
“PDRB itu bukan satu-satunya indikator kesejahteraan dan kemakmuran di suatu wilayah. Kalau terkaya, apakah kemudian penduduk Kaltim makmur semua?” tegas Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unmul tersebut.
Ia menyebut, PDRB biasanya mengacu pada potensi kekayaan yang memang dimiliki suatu daerah. Dalam hal ini kekayaan Kaltim sudah tak diragukan lagi. “Yang menjadi masalah adalah apakah sepenuhnya kekayaan tersebut dikelola dan dinikmati oleh masyarakat Kaltim sendiri atau justru entitas bisnis dari luar daerah. Perusahaan-perusahaan yang mengeksploitasi kekayaan, tapi sumbangsih ke daerahnya masih tergolong minim,” tukasnya.
Selama ini, masyarakat Kaltim hanya menikmati APBD Kaltim, yang jumlahnya sangat jauh dari potensi yang bisa diperoleh dari kekayaan asli Kaltim. Melalui mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH), Kaltim baru bisa merasakan hasil kekayaan mereka. (*)
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor: Aspian Nur
Rabu, 03/02/2021
Deretan tongkang yang mengangkut batubara Kaltim di Sungai Mahakam (permata/korankaltimcom)
TERPOPULER