Kamis, 03/09/2026

Ekspor Kaltim Tembus USD12,49 Miliar, 70 Persen Bertumpu di Sektor Tambang

Kamis, 03/09/2026

Ilustrasi pengiriman batu bara yang melintas di Sungai Mahakam (istimewa).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ekspor Kaltim Tembus USD12,49 Miliar, 70 Persen Bertumpu di Sektor Tambang

Kamis, 03/09/2026

logo

Ilustrasi pengiriman batu bara yang melintas di Sungai Mahakam (istimewa).

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kinerja ekspor Kalimantan Timur (Kaltim) masih mencatat pertumbuhan sepanjang Januari-Juli 2026. Namun, di balik nilai ekspor yang mencapai USD12,49 miliar, struktur perdagangan luar negeri Kaltim masih sangat bergantung pada komoditas hasil tambang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai, mengatakan nilai ekspor Kaltim selama Januari-Juli 2026 mencapai USD12.490,51 juta. Angka tersebut tumbuh 6,45 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di angka USD11.733,29 juta.

Namun, tren bulanan menunjukkan adanya tekanan. Pada Juli 2026, nilai ekspor Kaltim tercatat USD1.951,33 juta atau turun 9,81 persen dibandingkan Juni yang mencapai USD2.163,67 juta. Penurunan terjadi baik pada ekspor migas maupun nonmigas.

Mas’ud menjelaskan, ekspor migas pada Juli hanya mencapai USD99,58 juta, turun 42,64 persen secara bulanan. Sementara ekspor nonmigas berada di angka USD1.851,75 juta atau turun 6,95 persen dari bulan sebelumnya.

Tekanan tersebut terutama terlihat pada sektor industri. Ekspor hasil industri pada Juli turun 33,99 persen dibandingkan Juni menjadi USD366,87 juta. Ekspor hasil pertanian juga turun 13,57 persen menjadi USD1,21 juta. Sebaliknya, ekspor hasil tambang justru meningkat 3,55 persen menjadi USD1.483,67 juta.

“Kondisi ini memperlihatkan kuatnya ketergantungan ekspor Kaltim terhadap sektor pertambangan,” terangnya.

Sepanjang Januari-Juli 2026, hasil tambang menyumbang 70,05 persen dari total ekspor Kaltim, jauh di atas hasil industri yang berkontribusi 22,10 persen dan migas sebesar 7,76 persen.

Dominasi tersebut juga terlihat dari komoditas nonmigas. Bahan bakar mineral menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor kumulatif USD8.749,73 juta atau 75,96 persen terhadap total ekspor nonmigas Kaltim.

Di tengah dominasi tambang, pasar ekspor Kaltim juga masih terkonsentrasi pada sejumlah negara. Tiongkok menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor nonmigas USD3.827,04 juta atau 33,22 persen selama Januari-Juli 2026. Disusul India USD1.554,28 juta dan Filipina USD1.062,70 juta.

Mas’ud mencatat, secara kumulatif ekspor nonmigas ke 11 negara tujuan utama justru tumbuh 11,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Sementara kawasan ASEAN menyerap ekspor nonmigas Kaltim senilai USD3.025,40 juta atau 26,26 persen dari total ekspor nonmigas,” bebernya.

Meski ekspor Juli mengalami penurunan, neraca perdagangan Kaltim tetap mencatat surplus US$1.244,62 juta. Bahkan secara kumulatif Januari-Juli 2026, surplus perdagangan mencapai USD7.826,34 juta, ditopang surplus sektor nonmigas sebesar USD11.003,90 juta.

Angka tersebut menunjukkan ekspor masih menjadi penopang kuat perdagangan luar negeri Kaltim. Namun, tingginya porsi hasil tambang sekaligus menjadi catatan bahwa sumber pertumbuhan ekspor daerah masih belum banyak bergeser ke komoditas dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Editor: Erwin

Ekspor Kaltim Tembus USD12,49 Miliar, 70 Persen Bertumpu di Sektor Tambang

Kamis, 03/09/2026

Ilustrasi pengiriman batu bara yang melintas di Sungai Mahakam (istimewa).

Share

Berita Terkait