Jumat, 31/07/2026

Lindungi Harga Ikan, Pemkot Samarinda Siapkan Cold Storage 120 Ton untuk Stabilkan Pasokan dan Tekan Inflasi

Jumat, 31/07/2026

Fasilitas cold storage ditargetkan mulai beroperasi pada pekan kedua Agustus 2026 untuk menjaga stabilitas harga ikan, mengendalikan inflasi, sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Ayu/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Lindungi Harga Ikan, Pemkot Samarinda Siapkan Cold Storage 120 Ton untuk Stabilkan Pasokan dan Tekan Inflasi

Jumat, 31/07/2026

logo

Fasilitas cold storage ditargetkan mulai beroperasi pada pekan kedua Agustus 2026 untuk menjaga stabilitas harga ikan, mengendalikan inflasi, sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Ayu/KoranKaltim.com)

Penulis : Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Nelayan yang selama ini terpaksa menjual hasil tangkapan dengan harga murah saat pasokan melimpah bakal memiliki solusi penyangga harga. 

Adalah fasilitas cold storage atau gudang khusus pengontrol suhu dingin berkapasitas 120 ton di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Harapan Baru, Samarinda Seberang, yang disiapkan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan, sekaligus memberi ruang agar ikan tak harus langsung dijual ketika harga pasaran sedang anjlok. Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan, keberadaan cold storage menjadi investasi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dihadapi daerah kini. 

Selama ini nelayan berada pada posisi rentan saat pasokan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) membeludak. Tanpa fasilitas penyimpanan dingin, hasil tangkapan hanya mampu bertahan sekitar enam jam. Kondisi tersebut memicu harga ikan anjlok dan mereka pun tidak memiliki daya tawar. 

“Kalau harga sedang turun, pilihan nelayan hanya dua, tidak menjual atau menjual dengan terpaksa,” kata Andi Harun. Masalah tersebut kerap dialami nelayan dari luar daerah, seperti Balikpapan, Muara Berau, Penajam Paser Utara (PPU), hingga Sulawesi Barat. Mereka rela berlayar ke Kota Tepian saat mendengar harga ikan melambung. Namun setibanya di TPI, harga justru turun drastis akibat melimpahnya pasokan. 

Tanpa sarana penyimpanan, nelayan terpaksa melepas hasil tangkapan walau merugi ketimbang menanggung biaya operasional lebih besar untuk pulang. Kehadiran cold storage diharapkan menjadi solusi atas persoalan tersebut. 

“Kalau harga sedang turun atau ada permainan harga, ikan bisa disimpan terlebih dahulu, dengan begitu bisa menciptakan stabilisasi harga,” ungkapnya. Selain melindungi harga, cold storage diproyeksikan menjaga ketersediaan stok pangan sekaligus menjadi instrumen penekan inflasi. 

Fasilitas baru itu ditargetkan mengemban tiga fungsi sekaligus, yakni pelayanan publik sektor pangan, instrumen pengendalian inflasi, serta pemantik Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui aktivitas usaha perikanan. 

Mengenai skema pengelolaan, Pemkot Samarinda masih mengkaji dua pilihan apakah dikelola langsung oleh pemerintah, atau melalui skema kerja sama pemanfaatan aset dengan pihak ketiga. Keputusan diambil berdasarkan perhitungan bisnis, termasuk potensi pengembalian investasi yang paling efektif bagi daerah. 

Fasilitas cold storage tersebut dibangun berdampingan dengan gedung baru TPI yang dijadwalkan beroperasi secara bersamaan pada pertengahan Agustus mendatang. “Kalau pendapatan asli daerah bertambah, itu akan menjadi fondasi menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap positif,” tutup Andi Harun. 

Editor: Aspian Nur

Lindungi Harga Ikan, Pemkot Samarinda Siapkan Cold Storage 120 Ton untuk Stabilkan Pasokan dan Tekan Inflasi

Jumat, 31/07/2026

Fasilitas cold storage ditargetkan mulai beroperasi pada pekan kedua Agustus 2026 untuk menjaga stabilitas harga ikan, mengendalikan inflasi, sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Ayu/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait